Eskpor RI hingga September 2025 Tembus 209,80 Miliar Dolar AS, Naik 8,14 Persen
BPS mencatat nilai ekspor non migas tercatat 199,77 miliar dolar AS atau naik 9,57 persen dibandingkan tahun 2024 sebesar 182,33 miliar dolar AS.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor RI hingga September 2025 tembus 209,80 miliar dolar Amerika Serikat (AS).
Ekspor merupakan kegiatan menjual dan mengirim barang atau jasa keluar negeri untuk dijual atau digunakan oleh pihak di negara lain.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Pudji Ismartini mengatakan, total nilai ekspor sepanjang Januari hingga September mengalami kenaikan 8,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar 194,01 miliar dolar AS.
Nilai ekspor non migas tercatat 199,77 miliar dolar AS atau naik 9,57 persen dibandingkan tahun 2024 sebesar 182,33 miliar dolar AS.
Baca juga: Ekspor Produk Tekstil Indonesia ke AS Tembus Rp 30 Triliun
Sedangkan nilai ekspor migas senilai 10,03 miliar dolar AS atau turun 14,09 persen dibandingkan tahun 2024 11,68 miliar dolar AS.
"Peningkatan nilai ekspor non migas secara akumulatif terjadi di sektor industri pengolahan dan pertanian. Sektor industri pengolahan menjadi pendorong utama atas peningkatan kinerja ekspor non migas sejak Januari hingga September 2025 ini dengan andil sebesar 12,58 persen," kata Pudji saat Rilis BPS, Senin (3/11/2025).
Berdasarkan catatan BPS, ekspor industri pengolahan tercatat sebesar 167,86 miliar dolar AS atau naik 17,02 persen dibandingkan tahun 2024 sebesar 143,44 miliar dolar AS.
Sedangkan sektor pertanian, kehutanan dan perikanan tercatat sebesar 5,19 miliar dolar AS atau naik 34,33 persen dibandingkan 2024 senilai 3,87 miliar dolar AS.
"Ekspor sektor industri pengolahan yang naik cukup besar yaitu minyak kelapa sawit, logam dasar bukan besi, barang perhiasan dan barang berharga, kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, serta semikonduktor dan komponen elektronik lainnya," terang Pudji.
Sementara nilai ekspor pada bulan September 2025 tercatat sebesar 24,68 miliar dolar AS atau naik 11,41 persen dibandingkan September 2024.
Pada September ini, nilai ekspor migas tercatat senilai 0,99 miliar dolar AS atau turun 13,61 persen, sedangkan nilai ekspor non migas tercatat naik sebesar 12,79 persen dengan nilai 23,68 miliar dolar AS.
"Peningkatan nilai ekspor September 2025 secara tahunan terutama didorong oleh kenaikan nilai ekspor non migas, yaitu pada komoditas logam mulia dan perhiasan atau permata atau HS71 yang naik 168,57 persen dengan andil 5,66 persen," terang Pudji.
Peningkatan ekspor September juga didorong oleh ekspor besi dan baja yang naik 23,67 persen dengan andil 2,48 persen, lalu lemak dan minyak hewani atau nabati yang naik 18 persen dan memiliki andil 1,70 persen.
"Komoditas seperti barang perhiasan dan barang berharga logam dasar bukan besi kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, semi konduktor dan komponen elektronik lainnya serta minyak kelapa sawit," tegas Pudji.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/truk-odol-kontainer.jpg)