Sabtu, 11 April 2026

Askrindo Cetak Laba Setelah Pajak Rp 687,4 Miliar di Triwulan III 2025

Askrindo saat ini menjadi salah satu perusahaan asuransi yang masuk dalam kategori KPPE 2 dan memiliki risk based capital (RBC) 372,3 persen. 

Editor: Choirul Arifin
Tribunnews/Choirul Arifin
BUKUKAN LABA - Direktur Utama PT Askrindo M Fankar Umran di acara Diskusi Meja Bundar bertajuk Tabungan, Asuransi Mikro dan Pembangunan Perumahan: Jalan Baru Mengatasi Backlog Perumahan, Jumat, 26 September 2025. PT Asuransi Kredit Indonesia membukukan laba setelah pajak sebesar Rp687,4 miliar di kuartal III 2025.  

 

Ringkasan Berita:
 
  • PT Asuransi Kredit Indonesia membukukan laba setelah pajak sebesar Rp687,4 miliar di kuartal III 2025. 
  • Hasil underwriting yang menjadi kontributor utama pertumbuhan laba setelah pajak juga mencatatkan realisasi sebesar Rp838,8 miliar dan tumbuh 172,1 persen secara tahunan.
  • Askrindo saat ini menjadi salah satu perusahaan asuransi yang masuk dalam kategori KPPE 2 dan memiliki risk based capital (RBC) 372,3 persen. 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), anggota Holding Asuransi dan Penjaminan Indonesia Financial Group (IFG) membukukan laba setelah pajak sebesar Rp687,4 miliar di kuartal III 2025. 

Laba stand alone memberikan kontribusi 48 persen terhadap laba konsolidasi sebesar Rp1,4 triliun. Realisasi laba stand alone ini tumbuh signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya atau year on year (yoy) sebesar 591,6 persen. 

Hasil underwriting yang menjadi kontributor utama pertumbuhan laba setelah pajak juga mencatatkan realisasi sebesar Rp838,8 miliar dan tumbuh 172,1 persen secara tahunan (yoy).

Direktur Utama Askrindo M Fankar Umran mengatakan, kontributor utama terhadap pertumbuhan laba bersih adalah penerapan prudential underwriting yang memadai.

Sejalan dengan strategi diversifikasi portfolio bisnis, total premi pada bisnis suretyship dan asuransi umum tercatat sebesar Rp609 miliar dan tumbuh sebesar 15 persen yoy. 

“Peningkatan premi suretyship terjadi pada new dan existing business BUMN dan bisnis asuransi umum yang berasal dari perusahaan swasta dan BUMN,” ujar Fankar. 

Pendapatan premi Askrindo juga diperoleh dari program pemerintah (KUR) sebesar Rp2,5 triliun atau 81 persen dari total premi sampai dengan September 2025.  

Direktur Keuangan Askrindo Leonardo Henry Gavaza bilang, Askrindo juga melakukan optimalisasi penempatan pada instrumen obligasi.

“Hasil dari pengelolaan aset investasi, sampai dengan September 2025 Askrindo mencatat realisasi hasil investasi sebesar Rp571,7 miliar atau tumbuh 13 persen yoy," tambah Leo.

Askrindo saat ini menjadi salah satu perusahaan asuransi yang masuk dalam kategori KPPE 2 dan memiliki risk based capital (RBC) 372,3 persen. 

Berdasar data AAUI triwulan II 2025, Askrindo adalah perusahaan asuransi terbesar dari sisi asset dan ekuitas serta menempati posisi kedua dari sisi perolehan premi asuransi kredit dan premi suretyship. 

Baca juga: Laba Bersih IRRA Meroket 122 Persen karena Lonjakan Belanja Alkes Kuartal III

Posisi perseroan dinilai kuat dari sisi kapasitas dan kinerja bisnis serta mampu memberikan layanan terbaik kepada pemegang polis dalam jangka Panjang.

Askrindo terus berupaya mencatat kinerja yang baik melalui pengembangan strategi inovatif pada bisnis non-program, perluasan akses UMKM terhadap program pemerintah, serta penguatan literasi dan inklusi asuransi yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Baca juga: Emiten MDLA Pertahankan Kinerja Solid, Laba Kuartal III 2025 Tumbuh Dua Digit

Di Juli 2025, Pefindo mempertahankan peringkat idAA+ dengan outlook stable yang mencerminkan kondisi keuangan dan bisnis Askrindo yang kuat.

 

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved