Kamis, 9 April 2026

Stok BBM SPBU Swasta

Wamen ESDM Yuliot: Shell Telah Sepakat Beli 100 Ribu Barel BBM dari Pertamina

Shell sepakat membeli 100 ribu barel dari Pertamina Patra Niaga setelah kesepakatan business to business (B2B) antara dua perusahaan telah tercapai.

Tribunnews.com/Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
PASOKAN BBM SHELL - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung ketika ditemui di Hotel Grand Sheraton Gandaria City, Jakarta, Selasa (25/11/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Stok BBM pada SPBU swasta memang mengalami gangguan sejak akhir Agustus 2025.
  • Penyerahan BBM dari Pertamina ke Shell telah berlangsung antara 24 atau 25 November ini.
  • ExxonMobil (SPBU Mobil) belum mengajukan pembelian BBM Pertamina lantaran masih memiliki stok.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengungkap Shell Indonesia telah sepakat membeli bahan bakar minyak (BBM) murni tanpa campuran aditif dari Pertamina.

Shell sepakat membeli 100 ribu barel dari Pertamina Patra Niaga setelah kesepakatan business to business (B2B) antara dua perusahaan telah tercapai.

"Shell sudah terdapat kesepakatan dengan Pertamina lebih kurang 100 ribu barel," kata Yuliot ketika ditemui di Hotel Grand Sheraton Gandaria City, Jakarta, Selasa (25/11/2025).

Baca juga: Bahlil Digugat Soal BBM Langka, Shell Absen di Sidang Perdana 

Menurut Yuliot, penyerahan BBM dari Pertamina ke Shell telah berlangsung antara 24 atau 25 November ini.

"Jadi tanggal 24 atau 25 ini sudah sampai di titik serah yang disepakati antara Pertamina dengan Shell," ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, pasokan BBM untuk Shell akan kembali tersedia dalam waktu dekat. Bahkan, diperkirakan SPBU Shell sudah bisa melayani pembelian BBM pada akhir November ini.

"Harusnya, kalau dari info yang ada, akhir bulan ini (BBM SPBU Shell tersedia lagi)," ujarnya saat ditemui di Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin (24/11/2025), dikutip dari Kompas.com.

Seperti diketahui, stok BBM pada SPBU swasta memang mengalami gangguan sejak akhir Agustus 2025, setelah kuota impor para badan usaha tersebut habis.

Pemerintah pun mendorong SPBU swasta untuk memasok base fuel dari Pertamina dengan skema B2B.

Menurut Laode, dengan Shell sudah memasuki tahap final, maka negosiasi pengadaan BBM antara SPBU swasta dengan Pertamina sudah berjalan baik.

Sebab Pertamina sudah lebih dulu mencapai kesepakatan dengan PT Aneka Petroindo Raya (SPBU BP) dan PT Vivo Energy Indonesia (SPBU Vivo). Masing-masing badan usaha tersebut sudah membeli 100.000 barrel BBM dari Pertamina Patra Niaga.

Sementara ExxonMobil (SPBU Mobil) belum mengajukan pembelian BBM Pertamina lantaran masih memiliki stok.

"Jadi bisa dibilang keempatnya oke, karena yang tidak negosiasi itu stoknya masih ada," kata Laode. 
 

--

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved