Koperasi Merah Putih Bakal Bangun PLTS Mini Berkapasitas di Bawah 1 MW
Ferry sudah melakukan koordinasi dengan Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo untuk membahas pembangunan pembangkit listrik skala kecil
Ringkasan Berita:
- Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mini di berbagai wilayah desa
- Kementerian ESDM memiliki target agar setiap desa di Indonesia memiliki panel surya (solar panel) berkapasitas 1 hingga 1,5 megawatt (mw)
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengungkap rencana Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mini di berbagai wilayah desa.
Ferry menjelaskan, PLTS ini disebut mini karena kapasitasnya berada di bawah 1 megawatt (MW).
Proyek ini digagas untuk menjawab kebutuhan listrik di desa-desa yang selama ini belum teraliri listrik.
Ferry sudah melakukan koordinasi dengan Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo untuk membahas pembangunan pembangkit listrik skala kecil ini.
Baca juga: Kemendes PDT dan PLN Sepakat Percepat Pemerataan Akses Listrik ke Desa
Selain PLN, Ferry menyebut juga sudah bertemu pihak PT Pertamina New & Renewable Energy untuk membahas ini.
"Bagaimana caranya nanti [PLN] bersama koperasi bisa menyelesaikan desa-desa yang belum ada listriknya dengan membangun pembangkit-pembangkit listrik mini yang ada di desa-desa itu," kata Ferry dalam acara 16th Kompas 100 CEO Forum di ICE BSD Tangerang, Rabu (26/11/2025).
Koperasi Merah Putih nantinya akan membangun dan mengelola langsung pembangkit listrik tersebut.
Dalam pembangunan dan pengoperasiannya, Koperasi Merah Putih juga akan menggandeng para mitra strategis mereka.
Selain soal listrik, Ferry turut menyoroti persoalan minimnya akses internet di banyak desa.
Ia mengatakan telah berdiskusi dengan Telkom dan Telkomsel untuk mencari solusi bagaimana agar desa-desa ini bisa tersambungkan dengan internet agar operasionalisasi Koperasi Merah Putih bisa berjalan lancar.
"Untuk desa-desa yang belum terkoneksi internet, kita sudah kerjasama dengan telkom-telkomsel untuk bisa dapat teknologi berapa giga gitu yang bisa mengatasi masalah kelangkaan akses internet," ujar Ferry.
Sebagai informasi, di saat yang sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga memiliki program serupa.
Kementerian ESDM memiliki target agar setiap desa di Indonesia memiliki panel surya (solar panel) berkapasitas 1 hingga 1,5 megawatt (mw).
Atas arahan Presiden Prabowo Subianto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan pihaknya sedang mendesain pembangunan panel surya berkapasitas 80-100 gigawatt (gw).
Kapasitas tersebut akan terbagi ke setiap desa menjadi panel surya berkapasitas 1-1,5 megawatt.
"Supaya kita betul-betul ke depan tidak lagi memakai energi fosil seperti solar dan batubara," kata Bahlil dalam acara The 11th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2025 di Jakarta International Convention Center, Rabu (17/9/2025).
Bahlil mengungkap proyek panel surya ini masih dalam tahap desain.
Baca juga: PLN Resmikan SPKLU Center Pertama di Yogyakarta, Ada 8 Unit Ultra Fast Charger, Total 16 Konektor
Pemerintah ingin memastikan skema pembangunan bisa dilakukan secara ekonomis mengingat modal atau capital expenditure (capex) yang cukup besar.
"Capex-nya memang mahal. Ini ada terjadi perdebatan. Di satu sisi kita ingin bersih, tapi di sisi lain kita membutuhkan modal yang tidak sedikit," ujar Bahlil.
Selain itu, pemerintah saat ini masih mempertimbangkan selisih biaya yang timbul akan dibebankan sebagai subsidi yang ditanggung pemerintah atau ke konsumen.
"Sekarang kan kita cek dulu, apakah ekonomis atau tidak. Setelah itu kita akan dorong ya," ucap Bahlil.
Terkait pengelolaan panel surya di desa ini, Bahlil menyebut hal itu bisa dilakukan oleh PLN atau pihak lain sesuai kebijakan.
"Nanti dalam implementasinya itu akan dikelola apakah oleh PLN atau siapa. Kami di Kementerian ESDM desain dan mengimplementasikan itu," kata Bahlil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Menteri-Koperasi-Ferry-Juliantono-ketika-ditemui-di-sela-sela-acara-16th-Kompas-100-CEO.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.