Bulog Kirim 48 Ton Beras Premium ke Batam untuk Stok Natal dan Tahun Baru
Perum Bulog mengirim 48 ton beras premium ke Pulau Batam untuk menjaga stabilitas pasokan menjelang Natal dan Tahun Baru.
Ringkasan Berita:
- Perum Bulog mengirim 48 ton beras premium ke Pulau Batam untuk menjaga stabilitas pasokan menjelang Natal dan Tahun Baru menggunakan dua kontainer.
- Kebutuhan beras di Pulau Batam mencapai hampir 1.000 ton per bulan, sedangkan stok di gudang Batam mnecapai 3.200 ton.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perum Bulog mengirim 48 ton beras premium ke Pulau Batam untuk menjaga stabilitas pasokan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) menggunakan dua kontainer.
Masing-masing kontainer berisi 12 ton beras premium merek Punokawan dan 12 ton Sentra Ramos. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, Batam merupakan sentra distribusi untuk wilayah Kepulauan Riau.
Karena itu, memastikan kecukupan pasokan di daerah tersebut menjadi prioritas utama Bulog pada periode akhir tahun, ketika konsumsi biasanya meningkat.
"Kebutuhan beras di Pulau Batam satu bulannya itu hampir 1.000 ton. Sedangkan stok di Batam, khususnya di Pulau Batam, di gudang Batam itu ada total 3.200 ton. Dan yang di gudang Pulau Karimun itu ada 250 ton beras," tutur Rizal dalam konferensi pers pengiriman beras premium Bulog ke Batam dari Gudang Bulog di Tanjung Priuk, Jakarta Utara, Kamis (27/11/2025).
Bulog memutuskan mempercepat pergerakan stok ke wilayah tersebut untuk meredam isu-isu terkait impor beras.
"Untuk hari ini, karena prioritas kita dorong ke Batam sebagai langkah tindak lanjut supaya tidak adanya lagi isu-isu terkait adanya impor beras," ungkap Rizal.
Rizal menyebut, Indonesia saat ini berada dalam posisi swasembada pangan, sebagaimana telah disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai forum internasional.
"Ini menunjukkan bahwa Indonesia sudah swasembada pangan dan kita ketahui bersama stok beras nasional kita sampai dengan hari ini sudah mencapai 3,8 juta ton beras," ucapnya.
Dengan stok sebesar itu, Bulog memastikan kebutuhan nasional mencukupi hingga akhir 2025 bahkan awal 2026. Rizal juga menyatakan bahwa produksi beras nasional terus meningkat seiring kemajuan teknologi pertanian.
"Petani-petani Indonesia semakin tahun ke depan semakin hebat dan semakin maju teknologinya, sehingga hasil produksinya sangat meningkat. Dengan prediksi di akhir tahun ini adalah mencapai 34 juta ton hasil dari survei ataupun hasil laporan dari Kementerian Pertanian kemarin," terang Rizal.
Baca juga: Dandim Batam: Beras dan Minyak Goreng Ilegal Tanpa Dokumen
Dalam pengiriman kali ini, Bulog membawa dua jenis beras premium yaitu Sentra Ramos dan Punokawan, yang telah dikemas untuk memenuhi standar kualitas konsumsi.
"Dua brand beras Bulog premium yang layak dan sehat untuk dikonsumsi dengan harga eceran tertinggi Rp 14.900 per kilogram. Harga ini sangat flat harganya dengan kualitas yang terbaik," ujarnya.
Baca juga: Tegaskan Tidak Perlu Impor, Mentan Amran: Aceh Surplus Beras 871.000 Ton
Pengiriman dua kontainer ini dijadwalkan tiba di Batam pada 3 Desember 2025 dan akan masuk ke Gudang Batu Merah Batam, serta Gudang Karimun di Kepulauan Riau.
"Kedua kontainer akan di kirim ke gudang Batu Merah Batam dan Karimun Kepulauan Riau," kata Direktur Utama Perum Bulog.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Beras-premium-Bulog.jpg)