Bulog Pastikan Serap Tebu Petani Blora Lewat GMM Sesuai Harga Pemerintah
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani bertemu petani tebu dan tokoh masyarakat Blora, Jawa Tengah, membahas serapan tebu petani.
Ringkasan Berita:
- Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal bertemu ltokoh masyarakat dan petani tebu wilayah Blora, Jateng.
- Bulog memastikan menyerap tebu petani Blora yang akan panennya akan berlangsung mulai Mei 2026.
- Bulog akan mereorganisasi manajemen PT GMM guna meningkatkan kinerja perusahaan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perum Bulog merespons aspirasi petani terkait kepastian penyerapan hasil panen tebu tahun 2026.
Hal ini dilakukan saat Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani saat melakukan kunjungan kerja ke PT Gendhis Multi Manis (GMM) di Blora, Jawa Tengah, serta bertemu langsung dengan tokoh masyarakat dan petani tebu wilayah tersebut.
Dialog berjalan terbuka dengan tujuan mencari solusi terbaik yang dapat mengakomodasi kepentingan seluruh pihak.
Ahmad Rizal menyampaikan, komunikasi intensif telah dilakukan bersama sejumlah tokoh masyarakat, hingga akhirnya disampaikan secara langsung kepada masyarakat pada sore hari sebagai bentuk transparansi dan kepastian kebijakan.
“Kami sudah bertemu dengan Pak Noto dan Pak Bambang selaku tokoh masyarakat. Kemudian kami sampaikan langsung kepada masyarakat petani tebu untuk memberikan kepastian,” ujar Ahmad Rizal dikutip Sabtu (4/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bulog memastikan hasil panen tebu petani Blora yang akan berlangsung mulai Mei 2026 akan diserap melalui PT GMM dengan mengacu pada harga pemerintah tahun 2026.
Bulog akan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Direktur SGN dan Direktur PTPN.
Baca juga: Koperasi Kana–Faperta UGM Budidaya Tebu 22.000 Ha di Jawa Timur
Menurutnya, setelah proses penyerapan di PT GMM, Bulog akan bertanggung jawab dalam distribusi tebu ke sejumlah pabrik gula di Jawa Tengah guna menjaga kesinambungan rantai pasok dan mendukung stabilitas produksi gula nasional.
Disamping itu, kata Ahmad Rizal, Bulog juga akan melakukan perbaikan dan mereorganisasi manajemen PT GMM guna meningkatkan kinerja perusahaan.
“Kami akan segera mereorganisasi manajemen PT GMM yang profesional,” tambah Ahmad Rizal.
Baca juga: Petani Tebu Tagih Janji Danantara Mau Serap Gula: Kami Butuh Kepastian
Sejalan dengan fokus pemerintah dalam pengembangan bioetanol berbahan baku jagung, singkong, dan tebu, PT GMM ke depan tidak hanya berperan dalam pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga akan memanfaatkan tebu sebagai bahan baku yang dapat diolah menjadi etanol sebagai bagian dari diversifikasi produk dan peningkatan nilai tambah.
Ia juga menegaskan, seluruh proses penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib dengan mengedepankan asas manfaat bagi kedua belah pihak, di mana masyarakat diajak berdiskusi di dalam kawasan PT GMM.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Bos-Bulog-bertemu-petani-tebu-OK.jpg)