Danantara Diminta Berikan Dampak Nyata bagi Ekonomi Jawa Timur, Bukan Sekadar Setoran ke Pusat
Jatim merupakan merupakan provinsi dengan jumlah penduduk 42 juta jiwa, dan dari sisi menyumbang 14,54 persen perekonomian Indonesia.
Ringkasan Berita:
- Jatim merupakan merupakan provinsi dengan jumlah penduduk 42 juta jiwa, dan dari sisi menyumbang 14,54 persen perekonomian Indonesia.
- Emil menilai banyak korporasi seharusnya mencatatkan aktivitas ekonomi di Jawa Timur, bukan hanya di Jakarta.
- Daerah yang selama ini menjadi lokasi BUMN beroperasi, jangan hanya dijadikan sebagai objek namun juga subjek.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Daerah Jawa Timur berharap peran nyata kehadiran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), dalam menggerakkan perekonomian di daerah.
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat berbicara pada forum Round Table Discussion (RTD) bertajuk ‘Peta Baru Ekonomi Pasca Reformasi BUMN: Jawa Timur Dapat Apa?’ di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (2/12/2025).
Emil menyampaikan, Jatim merupakan merupakan provinsi dengan jumlah penduduk 42 juta jiwa, dan dari sisi menyumbang 14,54 persen perekonomian Indonesia.
Pada sisi struktur ekonomi, Emil menyebut industri pengolahan sebagai motor utama (berkontribusi 31,6 persen terhadap PDRB Jawa Timur).
Baca juga: Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun: RKAP Danantara Sejalan dengan Kepentingan Nasional
Akan tetapi, Emil menyampaikan terjadi ketimpangan tenaga kerja di sektor tersebut dibandingkan bidang lainnya, di mana serapan tenaga kerja di industri hanya 14,95 persen dan berada di peringkat ketiga.
Penyerapan tenaga kerja tertinggi ada di sektor pertanian dengan angka 32,08 persen.
"Yang paling besar serapannya justru pertanian dengan 32 persen. Itulah kenapa kami butuh investasi di sektor sekunder dan tersier,” tegas Emil pada acara yang digelar Nagara Institute dan Akbar Faizal Uncensored ini.
Oleh sebab itu, Emil menilai banyak korporasi seharusnya mencatatkan aktivitas ekonomi di Jawa Timur, bukan hanya di Jakarta.
“Apa iya perusahaan yang mayoritas operasinya di Jawa Timur akuntansinya masih dicatat di Jakarta? Harapan kami itu bisa direvisi," katanya.
Emil menjelaskan banyak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang kuat di Jawa Timur. Baik perusahaan di bidang transportasi, perkebunan, hingga banyak bidang lain. Bahkan, peran Jawa Timur dalam logistik nasional juga sangat besar.
“Delapan puluh persen logistik di Indonesia timur terkoneksi lewat Tanjung Perak,” katanya.
Namun, hal tersebut tidak berimplikasi pada perekonomian daerah secara langsung.
“Banyak BUMN strategis itu ada di sini. PT PAL di Surabaya, Pelindo di Tanjung Perak, PTPN di Banyuwangi. Bahkan, PTPN yang mengelola lebih dari separuh lahan tebu Indonesia,” kata Emil dalam forum yang dimoderatori Akbar Faizal tersebut.
Menurut Emil, deviden BUMN menjadi pemasukan pusat sedangkan daerah tidak mendapat implikasi secara langsung.
