RI Dorong Peningkatan Perdagangan Antar Negara Berkembang, Wamendag: Targetnya 500 Miliar Dolar AS
Wamendag Dyah Roro Esti mendorong peningkatan perdagangan antara negara berkembang yang tergabung dalam organisasi Developing-8
Ringkasan Berita:
- Wamendag Roro mendorong agar PTA D-8 dapat dikembangkan menjadi Free Trade Agreement (FTA) atau bahkan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA)
- Wamendag Roro mengatakan bahwa saat ini diperlukan adanya peningkatan utilisasi mengenai perjanjian dagang antar negara-negara D8
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti mendorong peningkatan perdagangan antara negara berkembang yang tergabung dalam organisasi Developing-8 (D-8).
D-8 adalah organisasi yang terdiri dari negara berkembang. Anggotanya ada Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki.
D-8 didirikan pada 1997 dan bertujuan memperkuat kerja sama ekonomi di antara negara-negara berkembang.
Baca juga: Beri Kopi Asal Jatim ke Wakil PM Korsel, Wamendag Roro: Sudah Standar Internasional, Siap Ekspor
Dalam Pertemuan Keempat Dewan Menteri Perdagangan D-8 atau The Fourth Meeting D-8 Trade Ministers Council (4th D-8 TMC) yang diselenggarakan di Kairo, Mesir, pada 2 Desember 2025, Roro mendorong penguatan kerja sama yang telah terjalin.
Menurut dia, di tengah ketidakpastian global yang diwarnai ketegangan geopolitik, gangguan rantai pasok, serta proteksionisme, D-8 Preferential Trade Agreement (PTA) dapat menjadi instrumen sentral untuk mengakselerasi perdagangan intra-D-8.
Namun, Roro mendorong agar PTA D-8 dapat dikembangkan menjadi Free Trade Agreement (FTA) atau bahkan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).
D-8 PTA merupakan kerja sama penurunan tarif antarnegara anggota D-8 yang telah ditandatangani pada saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-5 D-8 pada 2006 di Bali.
Secara umum, anggota D-8 mendukung perluasan PTA menuju perjanjian yang lebih progresif dengan sejumlah pandangan masing-masing.
"Kami mendukung adanya perluasan D-8 PTA menjadi perjanjian yang lebih komprehensif untuk mencapai target perdagangan antar anggota sebesar USD 500 miliar pada 2030," kata Roro dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (4/12/2025).
Baca juga: Wamendag Roro Saksikan 139 Teken MoU Ekspor Bernilai USD 7,22 Miliar di TEI 2025
Politikus Partai Golkar itu turut menyoroti adanya peluang besar kerja sama dalam industri halal.
Ia mengatakan jika kerja sama terkait halal seperti makanan, kosmetik, farmasi, fesyen, dan jasa dapat diintegrasikan ke dalam kerangka perdagangan yang lebih luas.
"Seharusnya kerja sama terkait halal antar negara dapat lebih ditingkatkan, mengingat besarnya potensi pasar global halal yang terus tumbuh sampai sekarang," ujar Roro.
Peningkatan Utilisasi
Selain itu, Roro mengatakan bahwa saat ini diperlukan adanya peningkatan utilisasi mengenai perjanjian dagang antar negara-negara D8.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/wamendag-Dyah-roro-di-kairo.jpg)