Rabu, 20 Mei 2026

Banjir di Sumatera

Pengamat Ingatkan Pentingnya Jaga Pasokan Energi di Wilayah Terdampak Bencana

Ekonom Sri Maryati berpendapat kehadiran Pertamina di lapangan penting untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama darurat

Tayang:
Tribun Medan/Danil Siregar
ANTRE BBM - Antrean kendaraan mengisi bahan bakar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU), Jalan Merak Jingga, Medan, Senin (1/12/2025). Antrean terjadi karena kelangkaan BBM yang disebabkan keterlambatan pasokan di wilayah Medan dan Deliserdang, karena terdampak banjir bandang di Aceh, Sumbar dan Sumut. TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR 

Ringkasan Berita:
  • Pengamat ekonomi Sri Maryati berpendapat kehadiran Pertamina di lapangan penting untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama darurat.
  • Ia menekankan peran strategis perusahaan energi ini dalam menjaga pasokan BBM dan logistik di daerah yang aksesnya terganggu akibat banjir dan longsor.
  • Bencana banjir dan longsor menyebabkan ribuan rumah terendam, akses jalan terputus, serta distribusi logistik terganggu.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Ekonomi Universitas Andalas Padang, Sri Maryati, angkat bicara menanggapi upaya Pertaina menjaga pasokan energi di tiga provinsi yang terdampak bencana.

Ia menyebut kehadiran Pertamina di lapangan penting untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama situasi darurat.

Menurut Sri, beberapa upaya yang dilakukan Pertamina menunjukkan adanya penanganan operasional di daerah-daerah yang aksesnya terganggu akibat banjir dan longsor.

“Pertamina menjalankan fungsi utamanya sebagai penyedia energi dengan memastikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat yang terdampak,” ujar Sri, Selasa (9/12/2025).

Ia menambahkan, upaya ini dianggap krusial untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan dasar di tengah kondisi darurat.

Bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam dua pekan terakhir telah menimbulkan kesulitan besar bagi masyarakat.

Ribuan rumah terendam, akses jalan terputus, dan jaringan distribusi logistik terganggu. Kondisi ini membuat warga kesulitan memperoleh bahan pangan, air bersih, serta energi untuk kebutuhan sehari-hari.

Di sejumlah wilayah, pasokan BBM dan listrik sempat terhambat akibat kerusakan infrastruktur dan terbatasnya jalur distribusi.

Baca juga: PLN Hadapi Tantangan Maha Berat Pulihkan Jaringan Listrik di Aceh

Hal ini berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, mulai dari dapur umum pengungsian hingga layanan kesehatan darurat yang membutuhkan energi untuk operasional.

Selain itu, arus logistik bantuan seperti sembako, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya juga terhambat karena akses transportasi yang rusak.

Menurut Sri, kehadiran fisik BUMN di lokasi bencana menjadi sinyal kuat bahwa negara hadir untuk rakyat.

“Kehadiran fisik BUMN di lokasi bencana menunjukkan negara hadir dan bekerja, sehingga dapat menciptakan rasa aman bagi masyarakat,” tuturnya.

Distribusi BBM dan Elpiji di Aceh

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri meninjau langsung ke sejumlah titik vital pemulihan layanan energi di Aceh pasca terjadi bencana longsor dan banjir.

Simon melakukan tinjauan bersama Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto ke Fuel Terminal (FT) Krueng Raya dan Posko Terpadu Bencana Aceh di Lanud Sultan Iskandar Muda.

Baca juga: Lumpur Mengeras Setinggi Pinggang Menghambat Proses Evakuasi Korban Bencana di Aceh

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved