KAI Andalkan Face Recognition untuk Kelancaran Mobilitas Jelang Nataru 2025/2026, Ini Cara Daftarnya
KAI memperluas layanan Face Recognition di 22 stasiun untuk mempercepat proses boarding dan mendukung kelancaran Angkutan Nataru 2025/2026.
Ringkasan Berita:
- KAI memperluas layanan Face Recognition di 22 stasiun untuk mempercepat proses boarding dan mendukung kelancaran Angkutan Nataru 2025/2026.
- Teknologi ini telah digunakan lebih dari 10 juta pelanggan dan membantu menghemat puluhan ribu rol tiket.
- Masyarakat dapat melakukan registrasi layanan face recognition melalui aplikasi Access by KAI.
- Penjualan tiket Nataru 2025/2026 terus meningkat, dengan lebih dari 1 juta kursi terjual.
TRIBUNNEWS.COM - PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat layanan berbasis teknologi menjelang masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Sistem Face Recognition kini telah tersedia di 22 stasiun dengan total 67 line.
Teknologi ini dihadirkan untuk memastikan proses boarding lebih cepat, aman, dan efisien di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode libur akhir tahun.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan teknologi Face Recognition telah digunakan secara masif oleh banyak pelanggan sepanjang Januari–November 2025.
"Januari sampai November 2025, layanan ini sudah digunakan oleh 10.230.218 pelanggan, sehingga proses akses ke peron menjadi lebih cepat," ungkap Anne, dikutip dari Siaran Pers KAI, Selasa (9/12/2025).
Selain meningkatkan efisiensi waktu, teknologi ini juga berkontribusi pada pengurangan penggunaan kertas, di mana KAI menghemat 25.576 rol tiket senilai Rp375.321.123.
Anne menegaskan penghematan tersebut selaras dengan komitmen sustainability KAI.
Penerapan Face Recognition menjadi salah satu elemen penting dalam kesiapan Nataru, mengingat lonjakan perjalanan diproyeksikan meningkat di berbagai kota besar.
Teknologi ini telah tersedia di stasiun-stasiun besar seperti Gambir, Pasarsenen, Bandung, Yogyakarta, Solo Balapan, Surabaya Gubeng, Surabaya Pasarturi, Malang, Cirebon, Semarang, Madiun, Medan, dan sejumlah stasiun lain yang menjadi pusat mobilitas masyarakat.
Kehadiran layanan digital ini memastikan proses boarding tetap lancar meski volume penumpang meningkat signifikan.
Sebagai informasi, sistem Face Recognition telah diluncurkan pada 28 September 2022.
Baca juga: 22 Stasiun Kereta Api di Indonesia yang Sudah Dilengkapi Fasilitas Face Recognition
Masyarakat dapat melakukan registrasi layanan face recognition melalui aplikasi Access by KAI.
Lantas, bagaimana cara daftar Face Recognition via Aplikasi Access by KAI?
Cara Daftar Face Recognition via Aplikasi Access by KAI:
- Buka tab menu akun pada Access by KAI.
- Pilih menu Registrasi Face Recognition.
- Bacalah syarat dan ketentuan registrasi dan klik “Setuju” setelah memahami.
- Periksa kembali data diri seperti Nama Lengkap, NIK, dan Tanggal Lahir. Klik “Foto Selfie” untuk melengkapi proses verifikasi.
- Ikuti ketentuan pengambilan foto selfie yang benar. Klik “Ambil Foto KTP” untuk mengambil foto selfie.
- Setelah foto selfie dan data diri sudah lengkap dan sesuai, klik “Daftar Sekarang”.
- Konfirmasi data yang diberikan, lalu klik “Ya, Daftar” untuk menyelesaikan pendaftaran.
- Proses registrasi berhasil dan selesai.
Dengan adanya face recognition, penumpang cukup melakukan pemindaian wajah di gate boarding.
Jika identitas diri, data tiket dan syarat lainnya telah sesuai maka secara otomatis pintu boarding akan terbuka.
Penumpang tidak perlu khawatir dengan keamanan data pada fitur face recognition yang dipergunakan oleh KAI karena sudah mengimplementasikan sistem manajemen keamanan Informasi berstandar internasional ISO 27001 tentang Standardisasi Manajemen Keamanan Informasi.
Data nama, NIK, dan foto penumpang akan disimpan pada infrastruktur KAI dan hanya dipergunakan untuk proses boarding menggunakan face recognition boarding gate.
Baca juga: Siapkan Angkutan Natal dan Tahun Baru, KAI Logistik Kirim 7 Lokomotif ke Pulau Jawa dari Sumatera
Nantinya data tersebut akan disimpan dalam waktu satu tahun, setelah itu akan dihapus otomatis secara sistem.
Selain itu, penumpang juga bisa mengajukan penghapusan data dirinya sewaktu-waktu setelah melakukan registrasi melalui aplikasi Access by KAI atau dengan mengajukan penghapusan data kepada KAI melalui petugas Customer Service di stasiun.
Penjualan Tiket Nataru 2025/2026 Terus Meningkat
KAI mencatat perkembangan positif pada penjualan tiket Nataru 2025/2026.
Hingga 7 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, tiket untuk periode keberangkatan 18 Desember 2025 – 4 Januari 2026 telah terjual 1.040.322 kursi, atau 33,48 persen dari total 3.107.503 tempat duduk yang tersedia melalui aplikasi Access by KAI.
Penjualan diperkirakan akan terus meningkat mendekati masa libur akhir tahun.
Antusiasme pelanggan juga terlihat pada program promo KA Ekonomi komersial yang berlangsung 22 Desember 2025 – 10 Januari 2026.
Dari total kapasitas 1.509.080 kursi, sebanyak 413.467 tiket telah dipesan, atau setara 27 persen dari ketersediaan.
Program ini menjadi alternatif pilihan masyarakat untuk bepergian dengan biaya lebih terjangkau.
Anne menambahkan bahwa perkembangan penjualan tiket masih sangat dinamis.
"Permintaan tiket akan terus meningkat karena penjualan masih berlangsung dan periode Nataru belum dimulai. Kami mengimbau pelanggan untuk membeli tiket lebih awal melalui Access by KAI agar perjalanan dapat direncanakan dengan lebih baik," jelasnya.
Dengan penguatan layanan digital melalui Face Recognition serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api, KAI memastikan seluruh persiapan operasional, sarana, prasarana dan pelayanan berjalan optimal.
"KAI terus berkomitmen menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan efisien bagi seluruh pelanggan sepanjang momentum libur akhir tahun," tutup Anne.
(Tribunnews.com/Latifah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Face-Recognition-Boarding-KAI.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.