Selasa, 28 April 2026

Banjir Bandang di Sumatera

AHY: 112 Ribu Rumah di Sumatera Rusak Akibat Banjir Bandang

Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan, untuk rumah yang rusak berat masih dipertimbangkan apakah dibangun baru atau direnovasi.

Tayang:
Tribunnews/Nitis Hawaroh
RUMAH RUSAK - Rumah warga yang terdampak banjir bandang di Sumatera tercatat mencapai 112.551 unit. Dari keseluruhan jumlah tersebut, Aceh menjadi provinsi dengan kerusakan paling besar. Dok: Kementerian PKP 

Ringkasan Berita:
  • Kementerian PKP saat ini sudah menyiapkan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) untuk dibangun di wilayah terdampak banjir Sumatera
  • Kementerian PKP menyiapkan lebih dari 400 unit RISHA yang sudah tersedia di Medan dan sekitar 100 unit di Bandung

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah mencatat ada 112.551 unit rumah yang rusak di Sumatera akibat bencana banjir bandang.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut 112 ribu rumah yang rusak itu memiliki tingkat kerusakan berbeda.

"112 ribu unit rumah yang terdampak di tiga provinsi statusnya rusak ringan, rusak sedang, rusak berat, maupun hanyut," katanya di kantor Kemenko Infrastruktur, Jakarta Pusat, Kamis (11/12/2025).

Baca juga: Eks Kabareskrim Singgung Spekulasi Terra Drone Kebakaran Terkait Banjir Sumatra: Apa Ada Data Hilang

Berdasarkan data Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) per 10 Desember 2025 pukul 17.00 WIB, Aceh tercatat sebagai wilayah dengan jumlah rumah rusak terbanyak.

Di Aceh ada 74.942 unit rumah terdampak. Detailnya, rusak ringan sebanyak 26.490 unit, rusak sedang 14.974 unit, rusak berat 32.050 unit, dan yang hanyut ada 1.428 unit.

Di Sumatera Utara ada 28.622 unit rumah terdampak. Detailnya, rusak ringan sebanyak 19.528 unit, rusak sedang 3.895 unit, rusak berat 4.277 unit, dan yang hanyut ada 922 unit.

Di Sumatera Barat ada 8.987 unit rumah terdampak. Detailnya, rusak ringan sebanyak 5.435 unit, rusak sedang 1.113 unit, rusak berat 1.753 unit, dan yang hanyut ada 686 unit.

Dalam kesempatan sama, Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan, untuk rumah yang rusak berat masih dipertimbangkan apakah dibangun baru atau direnovasi.

Sementara itu, untuk rumah yang rusak ringan rencananya akan direnovasi.

Ara, sapaan akrab Maruarar, belum bisa mengungkap berapa besaran anggaran yang dibutuhkan pemerintah untuk penanganan rumah rusak ini.

Baca juga: Warga Cuci Peralatan Rumah Tangga Pakai Air Sisa Banjir, Bisa Picu Penyakit Hitungan Hari

"Itu tadi yang [dampak kerusakannya] berat, sedang, tergantung lokasi juga karena membangun di daerah yang berat logistiknya. Variabelnya banyak," kata Ara.

"Kami mesti hitung kan biaya logistiknya sama biaya transportasinya. Makanya sabar. Kami tidak mau ngomong yang cepat, tapi salah. Mending dalami benar-benar, sehingga statement-nya itu benar," jelasnya.

Sebagai informasi, Kementerian PKP saat ini sudah menyiapkan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) untuk dibangun di wilayah terdampak banjir Sumatera.

Kementerian PKP menyiapkan lebih dari 400 unit RISHA yang sudah tersedia di Medan dan sekitar 100 unit di Bandung. Jumlah ini dapat ditambah sesuai perkembangan kebutuhan lapangan.

RISHA yang disiapkan mengusung Tipe 36 dengan kebutuhan lahan sedikitnya 60 m⊃2;. Penggunaan teknologi ini memungkinkan hunian dibangun lebih cepat, kokoh, dan efisien.

Selain hunian, Kementerian PKP turut menyiapkan rencana pemulihan fasilitas publik seperti masjid, jalan lingkungan, serta ruang bermain anak.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved