Sinergi Pengusaha Lintas Sektor Dipacu untuk Hadapi Tantangan Ekonomi
Komunitas bisnis lintas sektor diperluas untuk mendorong peluang usaha, lapangan kerja, dan inovasi berkelanjutan.
Ringkasan Berita:
- Di tengah tantangan ekonomi global dan domestik, jejaring dan kolaborasi dinilai kunci menjaga daya tahan dunia usaha.
- Komunitas bisnis lintas sektor diperluas untuk mendorong peluang usaha, lapangan kerja, dan inovasi berkelanjutan.
- Penguatan UKM melalui jejaring global dinilai strategis, mengingat kontribusinya sekitar 61,9 persen terhadap PDB nasional.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di tengah tantangan ekonomi global dan domestik, kekuatan jejaring dan kolaborasi dinilai menjadi kunci daya tahan dunia usaha.
Oleh sebab itu, Business Networking International (BNI) komunitas bisnis referal terbesar di dunia mengenalkan Achievers Chapter, yang merupakan chapter ke-29 dengan anggota sebanyak 52 orang pemilik bisnis.
BNI merupakan organisasi bisnis referal terkemuka di dunia yang memiliki rekam jejak panjang selama 40 tahun (sejak 1985) dan memiliki lebih dari 11.600 chapter BNI di seluruh dunia.
Di tengah kondisi ekonomi yang dinamis, kehadiran Achievers Chapter diharapkan dapat menjadi katalisator ekonomi Indonesia.
Baca juga: Perbankan Ajak Nasabah dan Pelaku Usaha Adaptif Menghadapi Tantangan Ekonomi Global
BNI Indonesia National Director Grace Hakim menjelaskan, BNI dapat mendorong terciptanya lebih banyak peluang bisnis, lapangan kerja, dan inovasi yang memberikan dampak, tidak hanya kepada pelaku ekonomi lokal namun juga bagi perekonomian Indonesia.
“BNI Achievers akan menjadi salah satu role model dalam membangun ekosistem bisnis yang sehat, saling mendukung, dan berkelanjutan. Seperti chapter sebelumnya, diisi oleh para pelaku usaha lintas sektor yang memiliki semangat kolaborasi tinggi, transfer knowledge dan komitmen kuat untuk bertumbuh bersama,” jelas Grace dikutip Minggu (18/1/2026).
Klasifikasi yang terdapat di BNI Achievers saat ini mencerminkan kekuatan dan keberagaman ekosistem bisnis yang solid, meliputi Legal & Incorporation Services, Business Services, Marketing Services & Media, Construction Services, Manufacturing & Trading, Health & Wellness, Food & Beverage, Training & Development, Event & Travel, serta IT Product & Services.
Keberagaman sektor ini memperkuat sinergi lintas industri, membuka peluang kolaborasi strategis, serta menciptakan value chain yang saling terintegrasi guna mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.
BNI Indonesia National Director Setio Priyono menyatakan, pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia saat ini dihadapkan berbagai tantangan, sekaligus peluang strategis untuk meningkatkan aktivitas ekspor dan memperluas kerja sama bisnis di tingkat internasional.
Untuk mendukung hal tersebut, BNI membuat berbagai program pelatihan dan pengembangan kapasitas, yang dirancang guna memperkuat kompetensi pelaku usaha serta mendorong pertumbuhan dan daya saing bisnis mereka di pasar global.
“Dengan memanfaatkan jaringan BNI yang tersebar di 78 negara, para UKM bergabung sebagai anggota untuk terhubung ke dalam sistem yang telah dibangun BNI, sehingga secara langsung dapat mengakses dan menjalin kerja sama dengan partner bisnis di luar negeri," kata Priyono.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), UMKM menyumbang sekitar 61,9 persen dari total PDB Indonesia, menunjukkan peran vital sektor ini dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika global.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Proyeksi-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia_20251128_153618.jpg)