Dari Pesantren ke Etalase, Ketika Roti Menjadi Jalan Dakwah dan Kemandirian
Dari pesantren ke etalase, ketika sepotong roti menjadi jalan dakwah dan kemandirian badan usaha milik Mahad Imam Bukhari (BUMM).
Ringkasan Berita:
- Dari pesantren ke etalase, sebuah tema menarik yang mengulas perjalanan dan eksistensi Mumtaz Bakery alias MMZ Bakery, salah satu badan usaha milik Pondok Pesantren Imam Bukhari Karanganyar.
- Lewat sepotong roti, Mumtaz Bakery membuktikan etalase bisa menjadi mimbar dakwah yang baru.
- Dan lewat sepotong roti itu pula, Mumtaz Bakery ingin mandiri secara ekonomi menjaga marwah syiar agama islam.
TRIBUNNEWS.COM - "Dakwah tak selamanya harus lantang diteriakkan dari atas mimbar. Terkadang, pesan kebaikan itu bisa menyusup diam-diam lewat sepotong roti. Mumtaz Bakery membuktikan etalase kaca bisa menjadi sarana dakwah yang baru bagi Pondok Pesantren Imam Bukhari Karanganyar".
Melalui setiap potongan roti yang diproduksi, Pondok Pesantren yang mulai dirintis pada tahun 1994 ini seakan ingin mengirimkan pesan jika roti bisa menjadi jalan dakwah.
Sekaligus jalan kemandirian ekonomi sebuah lembaga pendidikan islam dalam menjaga marwah syiar islam.
Ya, pesantren nyatanya tidak hanya identik dengan lembaga pendidikan yang mempelajari agama islam dan akhlak saja.
Lebih dari itu.
Pesantren juga bisa menjelma sebagai lembaga yang mandiri, lewat badan usaha yang berada di bawah naungannya.
Salah satunya contohnya, Pondok Pesantren Imam Bukhari.
Sebuah pondok yang terletak di Jl. Solo-Purwodadi Km.8, Selokaton, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Baca juga: Arti Bulan Syaban dalam Islam dan Keutamaannya yang Perlu Diketahui
Dirintis tahun 1994.
Lalu mulai dibangun dan berdiri megah sejak 1999 sampai sekarang di jalan utama Solo-Purwodadi.
Pondok Imam Bukhari terus bertumbuh menjadi salah satu pondok besar yang telah dikenal luas.
Baik di lingkup Solo Raya, Jawa Tengah, hingga Indonesia.
Memulai perjalanannya dengan membuka kelas Ibtidaiyah alias setingkat SD/MI.
Pondok yang kini dipimpin oleh Ustadz Ahmas Faiz Asifuddin tersebut terus berkembang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Tampilan-produk-roti-Mumtaz-Bakery-di-etalase-gerainya.jpg)