Selasa, 2 Juni 2026

Pemerintah Luncurkan ORI029, Investor Sudah Bisa Beli Mulai Hari Ini

Kemenkeu meluncurkan produk surat berharga negara (SBN) ritel jenis Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI029T3 dan ORI029T6

Tayang:
Penulis: Nitis Hawaroh
Editor: Sanusi
Tribunnews.com/Nitis Hawaroh
SBN RITEL ORI029 - Kementerian Keuangan meluncurkan produk surat berharga negara (SBN) ritel jenis Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI029T3 dan ORI029T6 pada Senin (26/1/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Instrumen ini dirancang sebagai sarana bagi masyarakat untuk tumbuh secara finansial dengan risiko yang rendah
  • ORI ritel merupakan instrumen investasi yang aman karena pembayaran kupon dan pokoknya dijamin oleh undang-undang

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan meluncurkan produk surat berharga negara (SBN) ritel jenis Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI029T3 dan ORI029T6 pada Senin (26/1/2026).

Plt. Direktur Surat Utang Negara (SUN), Novi Puspita Wardani mengatakan, ORI029 terbit dalam dua tenor atau jangka waktu 3 tahun yakni ORI029T3 dengan imbal hasil 5,45 persen dan tenor 6 tahun ORI029T6 dengan imbal hasilnya 5,80 persen.

Dia bilang, masyarakat sudah dapat mulai membeli ORI029 sejak pukul 09.00 WIB.

Baca juga: Bank Jatim Terbitkan Surat Utang Rp 2 Triliun, Bakal Digunakan untuk Ini

"Pembukaan masa penawaran ORI029. Jadi tepatnya pukul 09.00 WIB tadi. Jadi sudah pukul 09.00 WIB pagi, ini investor itu sudah bisa membeli ORI 029," ujar Novi di Media Center Kementerian Keuangan Jakarta.

Novi memaparkan, instrumen ini dirancang sebagai sarana bagi masyarakat untuk tumbuh secara finansial dengan risiko yang rendah. Hal tersebut tercermin dari konsep visual dan tagline ORI029, yakni “Pilihan Berharga untuk Tumbuh dan Berdaya.”

Ia menjelaskan, ORI ritel merupakan instrumen investasi yang aman karena pembayaran kupon dan pokoknya dijamin oleh undang-undang.

Novi berharap, target penjualan ORI029 bisa mencapai sekitar Rp 25 triliun untuk mendukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

"Keuntungan yang investor bisa dapatkan, selain memperoleh keuntungan secara finansial, secara pribadi, tapi juga bisa mendukung APBN. Jadi berarti keuntungannya secara sosial juga bisa didapatkan di sini," tutur dia.

"Artinya kalau beli SBN Retail, beli ORI 029 ini, ikut-ikut melakukan pembiayaan APBN yang satu tujuan secara besarnya, yaitu pembiayaan pembangunan secara nasional," sambungnya.

Baca juga: SMI Terbitkan Surat Utang Senilai Rp1 Triliun, Imbal Hasil hingga 6,80 Persen

Adapun ORI029T3 memiliki jatuh tempo pada 15 Februari 2029 dengan minimal pemesanan Rp 1 juta dan maksimal Rp 5 miliar. Pembayaran kupon dilakukan pada tanggal 15 setiap bulan dengan pembayaran pertama kali pada 15 April 2026.

Sementara itu, ORI029T6 memiliki masa jatuh tempo pada 15 Februari 2032 dengan minimal pemesanan Rp 1 juta dan maksimal Rp 10 miliar. Pembayaran kupon dilakukan pada tanggal 15 setiap bulan dengan pembayaran pertama kali pada 15 April 2026.

Pemesanan bisa dilakukan pada 28 mitra distribusi yang telah ditunjuk, terdiri dari 18 bank umum yakni BNI, BRI, Bank Mandiri, BTN, BCA, Bank Mega, Danamon, Permata Bank, HSBC, OCBC, CIMB Niaga, Panin Bank, SMBC, DBS, Bank Victoria, UOB, Standard Chartered, Maybank. 

Kemudian 6 perusahaan efek terdiri dari Mandiri Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, BNI Sekuritas, Trimegah Sekuritas, Panin Sekuritas, Philip Sekuritas Indonesia.

Serta 4 perusahaan efek khusus ada bibit, tanamduit, bareksa, serta FUNDtastic.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved