Usaha Molen Unik yang Tetap Eksis di Tengah Gempuran Jajanan Viral Masa Kini
Di era jajanan viral bermunculan, jajaanan tradisional molen dengan bentuk yang unik ini masih bertahan hingga saat ini.
Ringkasan Berita:
- Crunchy Molen Kress di Solo tetap eksis lebih dari satu dekade karena punya identitas kuat lewat bentuk unik, rasa konsisten, dan produksi yang terjaga.
- Keunikan bentuk bulat, segitiga, hingga molen klasik menjadi penanda varian rasa yang mudah dikenali pelanggan di tengah tren jajanan viral.
- Kualitas molen dipertahankan lewat teknik menggoreng yang tepat dan loyalitas konsumen yang menilai teksturnya renyah, isiannya padat, serta cocok untuk semua usia.
TRIBUNNEWS.COM - Di era ketika jajanan viral bermunculan, mulai dari croffle, dessert box, hingga street food ala Korea, tidak mudah bagi camilan tradisional untuk tetap bertahan.
Banyak makanan populer hanya bertahan sebentar, kemudian hilang tergeser tren baru.
Namun di Solo, Jawa Tengah, sebuah usaha molen justru mampu terus eksis selama lebih dari satu dekade.
Bukan karena ikut-ikutan viral, melainkan karena memiliki ciri khas yang kuat yaitu bentuknya unik, rasanya konsisten, dan proses produksinya dijaga ketat.
Usaha tersebut adalah Crunchy Molen Kress, molen pisang dengan variasi bentuk yang berbeda-beda sesuai isiannya.
Ada yang bulat, segitiga, hingga bentuk molen klasik seperti biasa. Keunikan sederhana ini justru membuatnya tetap diingat di tengah persaingan jajanan modern.
Molen Tradisional yang Punya Identitas Berbeda
Jika molen pada umumnya hanya dikenal sebagai pisang yang dibalut kulit tepung dan digoreng, Crunchy Molen hadir dengan pendekatan yang lebih kreatif.
Keunikannya bukan sekadar pada rasa, tetapi juga pada tampilan bentuknya:
- Varian kacang hijau dibuat berbentuk bulat
- Varian ketan hitam dibuat berbentuk segitiga
Baca juga: Dari Gula Aren Hingga Minuman Herbal Bikin UMKM Lokal Cuan, Omzet Tembus Rp 1 Miliar
- Varian lainnya tetap berbentuk molen normal
Bentuk-bentuk ini bukan hanya estetika, tetapi menjadi penanda rasa yang mudah dikenali pembeli.
“Kalau pelanggan lihat bentuknya saja sudah tahu, ini ketan hitam atau kacang ijo,” ujar Eka, karyawan outlet Crunchy Molen di Tipes, Solo.
Di tengah jajanan viral yang sering mengandalkan topping berlebihan, identitas sederhana seperti ini justru menjadi pembeda yang kuat.
Outlet Molen yang Tetap Ramai di Jam-jam Tertentu
Eka menjelaskan bahwa Crunchy Molen masih memiliki pasar tersendiri, terutama karena molen merupakan camilan yang akrab untuk semua usia.
Outlet tempatnya bekerja buka sejak pagi hingga pukul 21.00 WIB.
“Jam operasional dari sekitar jam enam pagi sampai jam 9 malam. Ramainya biasanya mulai jam dua siang sampai menjelang Maghrib, lalu ramai lagi malam,” kata Eka.
Meski kondisi ekonomi membuat penjualan tidak setinggi sebelum pandemi, bisnis Molen yang memiliki pabrik di Nolodutan, Makamhaji ini tetap bertahan karena pelanggan masih mencari camilan praktis yang rasanya familiar.