Selasa, 2 Juni 2026

Danantara Bakal Konsolidasi BUMN Logistik ke Pos Indonesia, Ini Kata Pengamat

Keputusan Danantara menempatkan PT Pos Indonesia (Persero) sebagai induk holding logistik nasional merupakan langkah strategis yang rasional

Tayang:
Editor: Sanusi
Kemenkeu
KONSOLIDASI BUMN LOGISTIK - Pengamat ekonomi makro Piter Abdullah. Konsolidasi logistik BUMN diyakini berdampak besar bagi ekonomi digital dan membuka akses UMKM hingga daerah terpencil. 

Ringkasan Berita:
  • Penunjukan PT Pos Indonesia sebagai induk holding logistik nasional dinilai langkah strategis dan tepat waktu.
  • Pos Indonesia dinilai unggul karena memiliki jaringan terluas, momentum transformasi, serta kepercayaan publik yang kuat.
  • Konsolidasi logistik BUMN diyakini berdampak besar bagi ekonomi digital dan membuka akses UMKM hingga daerah terpencil.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat ekonomi makro Piter Abdullah menilai keputusan Danantara menempatkan PT Pos Indonesia (Persero) sebagai induk holding logistik nasional merupakan langkah strategis yang rasional dan tepat waktu.

Penilaian ini disampaikan Piter merespons pernyataan Direktur Utama Danantara Aset Management Dony Oskaria kepada media mengenai rencana konsolidasi BUMN sektor logistik dengan PT Pos Indonesia sebagai entitas induk.

Saat ini terdapat 21 perusahaan logistik, terdiri dari BUMN dan anak usaha. Seluruhnya masuk agenda penggabungan.

Baca juga: Pandu Sjahrir: Danantara Aktif Beli Saham yang Bisnisnya Bagus 

"Langkah Danantara membentuk Holding Logistik Nasional dengan PT Pos Indonesia sebagai induk adalah keputusan yang sangat strategis dan tepat waktu," ujar Piter Abdullah yang juga sebagai Direktur Program dan Kebijakan Center for Policy Studies Prasasti, dikutip Selasa (3/2/2026).yfui

Menurut Piter, selama ini BUMN logistik beroperasi secara terpisah dan kurang terkoordinasi, bahkan dalam beberapa kasus saling berkompetisi di segmen pasar yang sama.

"BUMN logistik kita berjalan sendiri-sendiri, overlap dalam coverage, bahkan berkompetisi satu sama lain—ini jelas tidak efisien. Konsolidasi adalah keniscayaan jika kita ingin punya national champion yang bisa bersaing dengan pemain global seperti DHL," jelasnya.

Piter memaparkan tiga alasan mengapa pemilihan PT Pos Indonesia sebagai induk holding dinilai rasional dari perspektif manajemen strategis.

Pertama, PT Pos memiliki aset jaringan distribusi terluas di Indonesia.

Baca juga: Soal Saham Gorengan, CIO Danantara Pandu Sjahrir: Bursanya Harus Dibenahi

"PT Pos punya aset jaringan terluas—4.800 lebih titik layanan yang tidak dimiliki BUMN logistik lainnya. Ini infrastruktur yang tidak bisa dibangun dalam waktu singkat," katanya.

Kedua, momentum transformasi yang telah dijalankan PT Pos dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kesiapan perusahaan untuk memimpin konsolidasi.

"Transformasi yang dilakukan PT Pos dalam tiga tahun terakhir menunjukkan readiness mereka. Lihat saja launching kargo internasional mereka bulan ini—itu bukan langkah inkremental, tapi leap yang signifikan," paparnya.

Ketiga, PT Pos memiliki brand equity dan kepercayaan publik yang telah terbangun selama puluhan tahun.

Menurut Piter, aset intangible ini penting dalam membangun kepercayaan stakeholder terhadap holding yang baru terbentuk.

Dari perspektif ekonomi makro, Piter melihat potensi besar konsolidasi ini terhadap pertumbuhan ekonomi digital dan inklusivitas ekonomi nasional.

Baca juga: Demutualisasi BEI, Danantara Hitung Porsi Saham yang Bisa Dikuasai

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved