Menteri Trenggono Tanggapi Purbaya Soal Pengadaan Kapal: Saya Tidak Ngerti yang Dia Maksud
Tambahan anggaran yang diminta KKP ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sudah disetujui dan dilakukan pencairan.
Ringkasan Berita:
- Menteri PKP Trenggono menegaskan, eksekusi pinjaman pembelian kapal perikanan bukan jadi domain Kementerian Kelautan dan Perikanan tapi di Badan Logistik Pertahanan.
- Menteri Purbaya mengaku menerima aduan para pelaku industri kapal dan galangan kapal dalam negeri yang belum mendapatkan order pembelian kapal dari KKP.
- Tambahan anggaran yang diminta KKP ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sudah disetujui dan dilakukan pencairan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono merespons pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait dana pembelian kapal. Trenggono mengaku tidak mengerti dana yang disebut Purbaya.
“Saya enggak ngerti maksud Pak Purbaya? Kalau soal kapal, itu sumber pendanaannya dari pinjaman UK, dan sekarang masih berproses, mekanismenya juga sedang dibicarakan,” kata Trenggono dalam keteranganya, Selasa (10/2/2026).
Trenggono mengatakan, eksekusi pinjaman pendanaan tersebut bukan jadi domain Kementerian Kelautan dan Perikanan tapi di Badan Logistik Pertahanan. KKP hanya menyiapkan teknis dan menyiapkan tenaga kerja.
Baca juga: Biaya Operasional Kapal Membengkak, Pengusaha Angkutan Pelayaran Minta Kemenhub Berikan Insentif
“Jadi sebaiknya, Pak Purbaya tanya dulu ke anak buahnya sebelum komentar,” kata Trenggono.
Sebelumnya, Purbaya mengaku heran dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang belum mengoptimalkan alokasi anggaran terkait pembelian kapal.
Purbaya mengaku menerima aduan dari para pelaku industri kapal dan galangan kapal dalam negeri yang sampai saat ini belum mendapatkan pemesanan (order) dari KKP terkait pembelian kapal.
Padahal, tambahan anggaran yang diminta KKP ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sudah disetujui dan dilakukan pencairan.
"Berapa dari pemda yang sudah terima (order kapal) dari KKP? Belum? Kan aneh, enggak masuk akal. Uangnya (sudah) gua keluarin, order-nya enggak ada. Ini apa-apaan? Ini kurang aktif apa gimana?" ujar Purbaya saat menghadiri acara Revitalisasi Galangan Kapal dan Pelayaran Indonesia di Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.
"Kenapa KKP belum ada order di sana (industri kapal dan galangan kapal domestik)? Kan kita mendorong pertumbuhan ekonomi. Uangnya sudah saya anggarin loh, rugi saya Pak! Sudah ngutang, disalokasi, enggak dipake!" tambah Purbaya.
"Sebaiknya Purbaya validasi data dulu sebelum menyampaikan seperti itu dong," kata Trenggono. (fin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Sakti-Wahyu-Trenggono-dalam-jumpa-pers-kecelakaan-pesawat.jpg)