Mudik Lebaran 2026
Mudik Gratis Ditjen Hubdat 2026 Siap Digelar, Sediakan 401 Bus ke 34 Kota Tujuan
Program Mudik Gratis Ditjen Hubdat 2026 akan segera dibuka, dan telah disiapkan 401 unit bus dengan 34 kota tujuan.
Ringkasan Berita:
- Ditjen Hubdat Kemenhub menyiapkan Mudik Gratis 2026 dengan 401 bus menuju 34 kota di Jawa dan Sumatera.
- Pendaftaran mudik gratis dapat dipantau melalui Instagram @ditjenhubdat, dengan tujuan agar masyarakat dapat mudik aman dan biaya lebih ringan.
- Pemerintah meningkatkan kesiapan terminal, fasilitas pendukung, dan prosedur rampcheck untuk memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan pemudik.
TRIBUNNEWS.COM - Ramadan segera tiba, dan itu berarti momen Lebaran pun semakin dekat.
Tradisi mudik yang selalu dinantikan masyarakat Indonesia kembali menjadi perhatian utama pemerintah, terutama dari sisi keselamatan, kenyamanan, dan keterjangkauan biaya perjalanan.
Sejumlah langkah persiapan sudah mulai dimatangkan agar arus mudik tahun 2026 dapat berjalan lebih tertib dan merata.
Salah satu program yang kembali dihadirkan adalah mudik gratis dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat di bawah Kementerian Perhubungan.
Program Mudik Gratis Ditjen Hubdat 2026 merupakan layanan perjalanan tanpa biaya bagi masyarakat dengan moda bus antarkota.
Tahun ini disiapkan 401 unit bus dengan 34 kota tujuan mencakup Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta, Sumatera serta beberapa titik tambahan.
Plt Sesditjen Perhubungan Darat, Ernita Titis Dewi menegaskan bahwa ntuk jadwal resmi pembukaan pendaftaran, masyarakat diminta memantau kanal informasi resmi Ditjen Hubdat, termasuk media sosial resminya seperti, melalui akun resmi Instagram @ditjenhubdat.
“Secara umum program mudik gratis tahun ini disiapkan untuk ribuan peserta mudik dengan dukungan ratusan armada bus dan tujuannya ke Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Jogja, Sumatera dan ada penambahan tujuan mudik gratis juga. Kami mengajak masyarakat untuk terus memantau website resmi Kemenhub dan Ditjen Perhubungan Darat terkait mudik gratis agar tidak ketinggalan informasi,” jelas Titis, dikutip dari laman resmi hubdat.dephub.go.id.
Program Mudik Gratis Ditjen Hubdat 2026 merupakan salah satu bentuk kehadiran negara dalam mengurangi beban biaya perjalanan masyarakat serta memastikan pengelolaan arus mudik lebih merata dan tertib.
Program ini tidak hanya berorientasi pada penghematan biaya perjalanan, tetapi juga menjadi strategi untuk mengurai kepadatan lalu lintas dan memindahkan sebagian pemudik dari kendaraan pribadi ke angkutan umum yang terkontrol.
Fokus pada Keselamatan dan Kesiapan Armada
Baca juga: Sisa Kursi Mudik Gratis Bank Jateng 2026 Capai 357 Seat, Pendaftaran Dibuka Lagi 18 Februari
Persiapan angkutan Lebaran 2026 dilakukan dengan pendekatan menyeluruh.
Tidak hanya menambah armada dan rute, tetapi juga memperketat aspek keselamatan kendaraan dan awak bus.
Setiap armada yang akan diberangkatkan wajib melalui proses pemeriksaan kelaikan jalan atau rampcheck sesuai prosedur operasional.
Rampcheck mencakup pemeriksaan kondisi teknis kendaraan, kelengkapan administrasi, hingga kesiapan pengemudi.
Bus yang tidak memenuhi standar tidak akan diizinkan beroperasi sampai seluruh persyaratan dipenuhi.
Langkah ini dilakukan untuk menekan risiko kecelakaan dan memastikan perjalanan jarak jauh berlangsung aman.
Terminal Jadi Titik Naik Turun Resmi
Titis juga menekankan pentingnya penggunaan terminal resmi sebagai titik keberangkatan dan kedatangan.
Terminal berfungsi sebagai simpul pengawasan, tempat pengecekan armada, sekaligus pusat informasi perjalanan.
Dengan naik dan turun di terminal, penumpang mendapat jaminan bahwa bus telah melalui proses inspeksi.
Untuk mendukung hal tersebut, telah diterapkan sistem digital Terminal on System (TOS) di 115 terminal tipe A yang melayani angkutan antarkota antarprovinsi.
Sistem ini memungkinkan pemantauan hasil uji berkala kendaraan dan izin trayek secara daring.
Status kendaraan dapat terlihat secara real-time sehingga proses persetujuan jalan menjadi lebih transparan dan cepat.
Sementara itu, Toni Tauladan, Direktur Prasarana Transportasi Jalan, menjelaskan pentingnya pemudik naik dan turun di terminal.
Semua angkutan yang masuk terminal akan melalui pemeriksaan sesuai SOP rampcheck, termasuk pengecekan kendaraan dan awak bus.
“Kalau dilihat di sistem TOS, uji berkala dan trayek terpantau hijau, kendaraan bisa langsung diproses untuk mendapat persetujuan jalan dari kepala terminal. Namun jika belum memenuhi ketentuan, maka akan dilakukan pemeriksaan ulang secara manual oleh petugas di terminal,” jelas Toni.
Imbauan untuk Calon Pemudik
Selain menyiapkan armada dan prasarana, pemerintah juga mengingatkan calon pemudik untuk berperan aktif menjaga keselamatan perjalanan.
Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan antara lain:
- Memilih angkutan resmi dan berangkat dari terminal
- Mematuhi rambu dan rekayasa lalu lintas selama periode mudik
- Memantau prakiraan cuaca dan potensi bencana dari BMKG
- Merencanakan perjalanan lebih awal agar tidak terburu-buru
(Tribunnews.com/Farra)
Artikel Lain Terkait Mudik Gratis 2026 dan Ditjen Hubdat
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.