Dekkson Paparkan Inovasi Material Pintu di ICOMCUBE 2026, Soroti Standarisasi Nasional
Dekkson hadir dalam forum International Conference on Malay Culture and Built Environment (ICOMCUBE) 2026 yang digelar di USU.
Temukan Jawabannya di Artikel ini:
- Apa fokus utama pembahasan dalam forum ICOMCUBE 2026?
- Mengapa standarisasi material konstruksi dianggap penting dalam pembangunan?
- Selain estetika, faktor apa saja yang menentukan kualitas arsitektur?
- Apa tantangan penerapan standar nasional material konstruksi di Indonesia?
- Apa pesan yang disampaikan Lucky Nugroho kepada mahasiswa arsitektur?
Laporan Wartawan Tribun Medan, Husna Fadilla
TRIBUNNEWS.COM – Inovasi material pintu dan pentingnya standarisasi nasional konstruksi menjadi sorotan dalam forum International Conference on Malay Culture and Built Environment (ICOMCUBE) 2026 yang digelar di Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara.
Forum ini mempertemukan akademisi, praktisi, dan pelaku industri untuk membahas arsitektur, budaya, serta perkembangan material bangunan di kawasan Asia Tenggara.
Dalam forum tersebut, perwakilan industri perangkat bangunan, Dekkson, memaparkan perkembangan building material yang disesuaikan dengan karakteristik lingkungan tropis Indonesia.
Konferensi ICOMCUBE 2026 menjadi ruang diskusi lintas sektor terkait budaya Melayu dalam konteks lingkungan binaan, termasuk desain arsitektur dan pemilihan material bangunan.
Berbagai materi yang dibahas mencakup pendekatan desain tropis, ketahanan material, hingga inovasi produk konstruksi yang relevan dengan kondisi iklim Asia Tenggara.
Standarisasi Dinilai Jadi Kunci Percepatan Pembangunan
Marketing Director Dekkson, Lucky Nugroho, menilai tantangan pembangunan di Indonesia dan Asia tidak hanya berkaitan dengan modernisasi, tetapi juga kebutuhan membangun sistem melalui standarisasi.
“Secara umum, baik di Indonesia maupun Asia, tantangannya bukan hanya mengejar modernisasi. Yang lebih penting adalah bagaimana kita membangun sistem melalui standarisasi,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).
Menurutnya, dorongan standarisasi material dan konstruksi secara nasional akan membuat proses pembangunan lebih cepat, efisien, dan terkendali.
“Kalau pemerintah mendorong standarisasi, maka pembangunan bisa lebih cepat, lebih hemat, dan waste material bisa lebih terkontrol,” katanya.
Baca juga: Produk Sanitary hingga Smart Lock Dekkson Ramaikan Medan Hospital Expo 2026
Kualitas Arsitektur Bukan Hanya Soal Estetika
Lucky menegaskan kualitas arsitektur tidak berhenti pada tampilan visual, tetapi juga menyangkut perlindungan bangunan, faktor keamanan, kenyamanan, dan ketahanan jangka panjang.
“Arsitektur yang baik bukan hanya indah secara visual. Kita juga butuh kualitas perlindungan bangunan, keamanan, dan ketahanan jangka panjang. Kualitas arsitektur itu berkaitan langsung dengan kualitas proyek,” jelasnya.
Ia menambahkan, standar material perlu mencakup ukuran, spesifikasi teknis, hingga pengujian keamanan dan performa.
Dalam paparannya, ia juga menyoroti tantangan penerapan satu standar nasional material dan konstruksi di Indonesia. Hasil riset menunjukkan adanya perbedaan kebutuhan dan kondisi di berbagai daerah.
“Setelah riset dilakukan, ternyata sangat sulit menemukan satu standar ukuran yang sama. Kita punya banyak wilayah dengan kondisi berbeda-beda, sehingga standarisasi menjadi tantangan tersendiri,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Dekkson-ICOMCUBE-2026.jpg)