Minggu, 17 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Purbaya Isyaratkan Harga BBM Bisa Naik Jika Konflik Iran-AS Terus Berlanjut

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi sinyal harga BBM bisa naik jika harga minyak di pasar dunia terus naik tinggi.

Tayang:
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
HARGA BBM BERPOTENSI NAIK - Menteri Keuangan RI (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui awak media usai rapat di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (11/2/2026). Purbaya memberi sinyal harga BBM bisa naik jika harga minyak di pasar dunia terus naik tinggi. 
Ringkasan Berita:
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi sinyal harga BBM bisa naik jika harga minyak di pasar dunia terus naik tinggi.
  • Indonesia memiliki pengalaman menghadapi harga minyak yang jauh lebih tinggi di masa lalu, namun opsi untuk menaikkan harga BBM tetap terbuka.
  • Pemerintah sedang melakukan stress test atau uji ketahanan terhadap APBN dalam mengantisipasi skenario terburuk.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi sinyal harga BBM bisa naik jika harga minyak di pasar dunia terus naik tinggi.

Hal itu dia sampaikan menyusul perkembangan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah melemahnya nilai tukar rupiah dan lonjakan harga minyak mentah dunia akibat perang Amerika Serikat-Israel terhadap Iran.

Dia secara terbuka mengakui, Pemerintah sedang melakukan stress test atau uji ketahanan terhadap APBN dalam mengantisipasi skenario terburuk.

Purbaya mengungkapkan bahwa kenaikan harga minyak dunia ke level 90 hingga 92 dollar AS per barel akan memberikan tekanan pada defisit anggaran negara.

"Kita sudah exercise sampai kalau harga 90, naik ke 92 dollar per barel, apa dampaknya ke defisit. Kalau enggak diapa-apain, defisit kita bisa naik ke 3,6 sekian persen dari PDB," ujar Menkeu Purbaya saat ditemui awak media di Jakarta, dikutip Senin (9/3/2026).

Angka 3,6 persen tersebut menjadi sorotan lantaran secara aturan perundang-undangan kata dia, defisit APBN idealnya dijaga tetap di bawah level 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Meski begitu, pemerintah kata dia, tidak akan tinggal diam melihat angka defisit yang membengkak. Berbagai langkah penyesuaian akan diambil agar kesehatan fiskal tetap terjaga.

Baca juga: Harga BBM di Singapura Melonjak Gara-gara Perang AS-Iran, Pembatalan Terbang Meluas

"Biasanya kita bisa melakukan langkah-langkah penyesuaian sehingga defisit anggaran kita tetap terjaga di bawah 3 persen," ucapnya.

Harga BBM Berpotensi Naik

Salah satu aspek yang paling krusial yang bisa saja ditempuh oleh pemerintah yakni ada pada nasib harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tingkat masyarakat.

Meski Indonesia memiliki pengalaman menghadapi harga minyak yang jauh lebih tinggi di masa lalu, namun opsi untuk menaikkan harga BBM tetap terbuka.

Aspek tersebut kata dia, akan besar dipengaruhi oleh beban anggaran jika sudah tidak tertahankan dan harga minyak dunia terus melonjak akibat perang tersebut.

Baca juga: Perang Berlanjut, Harga Minyak Meroket 20 Persen Tembus 110 Dolar AS

Menkeu menyebut istilah "sharing" atau berbagi beban dengan masyarakat sebagai jalan terakhir. "Kalau memang anggarannya enggak kuat sekali, enggak ada jalan lain ya kita share dengan masyarakat sebagian. Artinya ada kenaikan BBM," tegas Purbaya.

Menurutnya, opsi pahit ini baru akan diambil jika nilai subsidi sudah terlalu tinggi dan kemampuan APBN sudah mencapai batas maksimal.

Kendati begitu, Purbaya meminta masyarakat untuk tidak panik berlebihan. Ia berkaca pada pengalaman sejarah di mana Indonesia pernah melewati masa-masa yang lebih sulit.

"Kalau harga minyak 90-92 dollar, apakah itu kiamat buat kita? Enggak juga. Kita dulu pernah melewati keadaan di mana harga minyak sampai 150 dollar per barel," ungkapnya.

Ia menambahkan, meski pertumbuhan ekonomi mungkin akan sedikit melambat akibat guncangan harga energi, namun fondasi ekonomi Indonesia dinilai cukup kuat untuk tidak jatuh ke jurang krisis.

"Jadi kita punya pengalaman-pengalaman mengatasi hal itu," tandas dia.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved