Minggu, 12 April 2026

Hashim Djojohadikusumo Mengaku Prabowo Curhat soal Lambannya Realisasi Program 3 Juta Rumah

Hashim Djojohadikusumo mengaku, mendengar keluhan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto soal program 3 juta rumah

Editor: Sanusi
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
PROGRAM 3 JUTA RUMAH - Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo saat memberikan sambutan di acara Rencana pembangunan rusun oleh PT KAI di Kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (16/3/2026). Hashim menyebut, dirinya mendapat curhatan dari Presiden Prabowo soal lambannya program 3 juta perumahan. [Rizki Sandi Saputra] 
Ringkasan Berita:
  • Hashim memberikan penjelasan dan alasan mendasar kenapa program tiga juta rumah terkesan lambat
  • Hashim menaruh fokus soal realisasi program 3 juta rumah ini yang menurutnya merupakan bagian dari amanat Pancasila yang ada di sila kelima

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo mengaku, mendengar keluhan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto soal program 3 juta rumah untuk rakyat.

Kata Hashim, dalam pertemuan dirinya dengan Prabowo beberapa waktu lalu, orang nomor satu di Republik Indonesia tersebut mengeluh soal lambannya program tersebut berjalan.

"Saya terus terang saja beberapa minggu lalu saya ketemu Presiden, bicara mengenai program ini. Presiden tanya, kenapa kok program perumahan agak lambat? Kesannya lambat, kesan di di pemikiran Presiden," kata Hashim saat memberikan sambutan di acara pencanangan program rusun subsidi PT KAI di Kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (16/3/2026).

Baca juga: Dorong Kesejahteraan Rakyat, Mendagri Ajak Kepala Daerah Manfaatkan Program Tiga Juta Rumah

Kepada sang kakak dalam hal ini Prabowo Subianto, Hashim memberikan penjelasan dan alasan mendasar kenapa program tersebut terkesan lambat.

Kata dia, hal itu dipengaruhi salah satunya karena birokrasi di pemerintahan saat ini.

Kementerian yang menangani program perumahan dalam hal ini Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) merupakan perangkat pemerintahan yang baru ada di periode saat ini.

"Saya jelaskan, terus terang saja ada masalah birokrasi, Kementerian Perumahan kan kementerian baru, baru satu tahun dan sebagainya, sebagainya. Tapi sebetulnya Presiden ingin ini cepat, cepat," kata Hashim.

Hashim lantas menaruh fokus soal realisasi program 3 juta rumah ini yang menurutnya merupakan bagian dari amanat Pancasila yang ada di sila kelima.

Kata Hashim, pemerintah harus turut menjalankan semua amanat Pancasila di segala lini poinnya, sementara, penjaminan setiap warga memilki rumah ada pada sila kelima dalam Pancasila.

"Sekarang dengan program yang kita saksikan hari ini, kita wujudkan hari ini, kita mulai hari ini, kita menuju ke sila kelima agar supaya rakyat kita betul-betul merasakan manfaat nyata daripada kehadiran Pancasila sebagai ideologi negara. Baik, jangan hanya omon-omon aja ya. Omon-omon, omon-omon NATO, no action talk only. Kita sila kelima kita baca tiap kali tapi kita tidak wujudkan," ucap Hashim.

Terkait dengan rencana pembangunan rumah susun (rusun) subsidi yang dibangun oleh PT KAI pada hari ini, Hashim menyambut baik.

Kata dia, program yang dilakukan PT KAI akan menjadi salah satu upaya untuk mewujudkan terlaksananya sila kelima dari Pancasila tersebut.

"Dan terus terang saja saya lihat saya bisa laporkan beliau dengan Kereta Api Indonesia dengan partisipasi Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu dari KAI, ini akan segera terwujud. Kita tepuk tangan. Ini luar biasa," tandas Hashim.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved