Minggu, 12 April 2026

Dari Tukang Ojek Jadi ''Bos Pegadaian'' Kampung, Program Agen Ciptakan Kisah Sukses di Daerah

Program agen yang dikembangkan PT Pegadaian tidak hanya memperluas jangkauan layanan perusahaan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru

|
Penulis: Lita Febriani
Editor: Sanusi

Ringkasan Berita:
  • Direktur Jaringan dan Operasi PT Pegadaian Eka Pebriansyah mengatakan banyak kisah sukses agen Pegadaian yang memulai usaha dari nol
  • Keunggulan agen-agen yang ada saat ini adalah fleksibilitas waktu layanan yang tidak selalu dimiliki outlet resmi Pegadaian

 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Program agen yang dikembangkan PT Pegadaian tidak hanya memperluas jangkauan layanan perusahaan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di daerah. Bahkan, sejumlah agen disebut berhasil meningkatkan taraf hidupnya dari usaha tersebut.

Direktur Jaringan dan Operasi PT Pegadaian Eka Pebriansyah mengatakan banyak kisah sukses agen Pegadaian yang memulai usaha dari nol.

"Bahkan saya banyak dapat cerita dari agen-agen sukses yang betul-betul dari nol. Misalnya saya ambil contoh di Lombok. Di sana ada dari tukang ojek nasabah-nasabah yang mau datang ke Pegadaian," tutur Eka dalam Podcast Tribunnews.com, Studio Tribunnews, Palmerah Selatan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (17/3/2026).

Baca juga: BNI Perkuat Sinergi dengan Pegadaian Lewat Tambahan Fasilitas Kredit Rp10 Triliun

Ia mengungkapkan, setelah program agen diperkenalkan, pengemudi ojek tersebut kemudian membuka layanan agen Pegadaian di rumahnya. Berkat fleksibilitas layanan, usahanya berkembang pesat.

Menurut Eka, keunggulan agen-agen yang ada saat ini adalah fleksibilitas waktu layanan yang tidak selalu dimiliki outlet resmi Pegadaian.

"Kelebihan agen ini fleksibel layanannya, dia bisa mungkin 24 jam, Sabtu Minggu kita tutup Minggu dia tetap buka sampai malam di rumahnya," ujarnya.

Seiring waktu, agen tersebut tidak hanya melayani masyarakat sekitar, tetapi juga mengembangkan jaringan agen lain di bawahnya. Bahkan, kini ia telah memiliki beberapa usaha lain.

"Saya datang ke sana ke rumahnya, dia sudah punya banyak agen di bawah dia, dia sampai punya tiga toko emas, bayangin," ucap Eka.

Menariknya, di wilayah tersebut masyarakat bahkan lebih mengenal agen (eks ojek nasabah) tersebut dibandingkan pegawai di kantor Pegadaian.

"Bahkan masyarakat yang ada di wilayah Lombok itu lebih mengenal dia dibanding tempat kita di outlet. Jadi kalau ada kegiatan apa-apa dia di sananya ini bos Pegadaian katanya gitu," ujar Eka.

Menurut dia, hal tersebut tidak menjadi persoalan bagi Pegadaian karena justru menunjukkan kuatnya kedekatan agen dengan masyarakat sekitar.

Selain di Lombok, kisah sukses agen Pegadaian juga banyak ditemukan di wilayah lain seperti Makassar. Eka menyebut sejumlah agen di kota tersebut berhasil berkembang pesat karena memiliki jaringan sosial yang kuat.

Baca juga: Dukung Asta Cita, Pegadaian Dorong Pembentukan Indonesia Bullion Market Association

"Makassar ini banyak sekali agen kita yang bagus-bagus. Jadi memang betul-betul fokus ya kuncinya menurut saya fokus dan dia punya link jejaring juga yang cukup kuat, jadi banyak temannya, familinya dan sebagainya," terangnya.

Ia menambahkan, faktor kedekatan dan rasa nyaman menjadi kunci dalam bisnis gadai. Masyarakat cenderung lebih percaya bertransaksi dengan orang yang sudah dikenal.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved