Arus Balik Lebaran 2026
Arus Balik Kian Padat, One Way Cipali Arah Jakarta Masih Berlaku
Pengendara diimbau patuh aturan, tidak berpindah jalur sembarangan, dan gunakan gerbang tol terdekat bila perlu keluar jalur.
Ringkasan Berita:
- Volume kendaraan arus balik di Tol Cipali menuju Jakarta meningkat signifikan, tercatat 21 ribu kendaraan hingga pagi hari.
- Sistem one way masih diberlakukan untuk mengurai kepadatan dan menjaga kelancaran lalu lintas.
- Pengendara diimbau patuh aturan, tidak berpindah jalur sembarangan, dan gunakan gerbang tol terdekat bila perlu keluar jalur.
TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Memasuki masa arus balik Lebaran 2026, volume kendaraan dari arah timur menuju Jakarta terus menunjukkan peningkatan signifikan.
Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) menjadi jalur penting pergerakan kendaraan pemudik yang kembali ke wilayah Jabodetabek. Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, rekayasa lalu lintas terus diberlakukan guna menjaga kelancaran arus.
Berdasarkan data periode pukul 00.00 hingga 07.00 WIB pada H+6 Lebaran atau Sabtu (28/3/2026), tercatat sekitar 21.000 kendaraan telah melintasi Cikopo menuju Jakarta.
Baca juga: Gelombang Kedua Arus Balik Diprediksi Terjadi 28 Maret, One Way Diberlakukan di Tol Trans Jawa
"Angka ini lebih tinggi 28 persen dibandingkan periode yang sama pada hari kemarin," tutur Sustainability Management and Corporate Communications Dept. Head Astra Tol Cipali Ardam Rafif Trisilo dalam keterangannya, Sabtu (28/3/2026).
Seiring meningkatnya volume kendaraan, pihak kepolisian masih memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) menuju Jakarta di Ruas Tol Cipali. Kebijakan ini diterapkan sebagai langkah untuk mengurai kepadatan dan memperlancar arus balik.
Pengelola jalan tol, Astra Tol Cipali, menyatakan terus melakukan koordinasi intensif dengan pihak kepolisian guna mendukung kelancaran pelaksanaan rekayasa lalu lintas tersebut.
Sinergi ini dinilai penting untuk memastikan arus kendaraan tetap terkendali, terutama menjelang puncak arus balik.
Dengan tren peningkatan volume kendaraan, penerapan sistem one way dinilai cukup efektif dalam menjaga kelancaran perjalanan pengguna jalan yang mengarah ke Jakarta. Rekayasa ini juga diharapkan mampu meminimalkan potensi kemacetan panjang di titik-titik rawan.
Pengguna jalan pun diimbau untuk mematuhi aturan selama rekayasa lalu lintas berlangsung. Demi keselamatan bersama, pengendara diminta tidak berpindah jalur secara sembarangan maupun menggunakan fasilitas putar balik (u-turn) di sepanjang jalur one way.
Jika pengendara perlu berganti arah atau jalur, disarankan untuk keluar melalui gerbang tol terdekat. Selanjutnya, perjalanan dapat dilanjutkan dengan kembali masuk ke jalur yang diinginkan tanpa dikenakan tambahan tarif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Tol-Cipali-19-Maret-Macet.jpg)