Ancaman Krisis Energi
Cegah Krisis Energi, Rusia Larang Produsen Ekspor Bensin Sampai Juli 2026
Rusia melarang produsen BBM mengekspor bensin hingga akhir Juli 2026 demi mencegah krisis energi di dalam negeri akibat gejolak global.
Ringkasan Berita:
- Rusia resmi melarang ekspor bensin bagi produsen bahan bakar tersebut hingga akhir Juli 2026 demi mencegah krisis energi di dalam negeri akibat gejolak global.
- Aturan ini akan mampu menjaga pasokan pasar domestik tetap stabil di tengah tingginya permintaan bahan bakar musiman selama musim tanam pertanian.
- Rusia mengekspor hampir 5 juta metrik ton bensin pada tahun 2025, atau sekitar 117.000 barel per hari.
TRIBUNNEWS.COM, MOSKOW – Pemerintah Rusia memberlakukan larangan ekspor bensin bagi produsen bahan bakar tersebut hingga akhir Juli 2026 demi mencegah krisis energi di dalam negeri.
Larangan tersebut diumumkan Pemerintah Rusia hari ini, Kamis 2 April 2026, demi menjaga pasokan pasar domestik tetap stabil di tengah tingginya permintaan bahan bakar musiman selama musim tanam pertanian, serta mengantisipasi lonjakan harga minyak global.
Larangan tersebut tidak mencakup negara-negara yang memiliki perjanjian antar pemerintah dengan Rusia mengenai pasokan bahan bakar, seperti Mongolia.
Beberapa wilayah di Rusia dan sebagian Ukraina yang berada di bawah kendali Rusia melaporkan kekurangan bensin pada tahun 2025 setelah Ukraina menyerang kilang minyak Rusia dan di tengah lonjakan permintaan bahan bakar musiman.
Rusia telah berulang kali memberlakukan pembatasan ekspor bensin dan solar untuk mengendalikan kenaikan harga bahan bakar dan mengatasi kekurangan pasokan.
Menurut sumber industri, Rusia mengekspor hampir 5 juta metrik ton bensin pada tahun 2025, atau sekitar 117.000 barel per hari.
Wakil Perdana Menteri Rusia Terbang ke India
Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Rusia tiba di New Delhi untuk pembicaraan tingkat tinggi Denis Manturov akan mengadakan serangkaian pertemuan dengan pejabat tinggi, saat India bersiap menjadi tuan rumah KTT BRICS
Wakil Perdana Menteri Rusia Denis Manturov telah tiba untuk kunjungan kenegaraan dua hari ke India saat New Delhi bersiap menjadi tuan rumah KTT BRICS pada bulan September.
Baca juga: Rusia Siap Pasok Minyak ke Indonesia, Dubes Sergei Tolchenov: Ini Soal Hubungan Bisnis
Presiden Vladimir Putin kemungkinan akan berpartisipasi dalam KTT BRICS, kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Rudenko Andrey Yurevich pada hari Rabu.
Kunjungan Manturov diharapkan untuk memulai persiapan KTT BRICS dan kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Moskow akhir tahun ini.
Manturov dijadwalkan untuk mengadakan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri S. Jaishankar. Ia juga dijadwalkan bertemu dengan Penasihat Keamanan Nasional Ajit Doval dan Menteri Keuangan Nirmala Sitharaman.
Baca juga: Zelenskyy Mulai Akui Kemenangan Rusia Akibat Perang Iran, Sebut Fokus AS Terpecah
Manturov bersama Jaishankar memimpin Komisi Antar-Pemerintah India-Rusia tahunan tentang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi, Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Kebudayaan (IRIGC-TEC).
Kunjungan menteri Rusia, yang didampingi oleh delegasi pertahanan, juga memiliki arti penting karena India dan Rusia sedang meningkatkan kerja sama di sektor pertahanan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ekspor-BBM-Rusia-OK.jpg)