Kamis, 9 April 2026

Mentan: Stok Beras 4,6 Juta Ton Siap Antisipasi El Nino

Stok beras nasional saat ini mencapai 4,6 juta ton yang diklaim sebagai angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Penulis: Chaerul Umam
Editor: Choirul Arifin
Tribunnews.com/Chaerul Umam
STOK PANGAN - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan stok beras nasional saat ini mencapai 4,6 juta ton, yang disebutnya sebagai angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Hal itu dia sampaikan usai rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).  

Ringkasan Berita:
  • Stok beras nasional saat ini mencapai 4,6 juta ton yang diklaim sebagai angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
  • Meski sempat mengurangi ekspor CPO dari 26 juta ton menjadi 21 juta ton, ekspor CPO justru naik signifikan. 
  • Pemerintah telah melakukan berbagai langkah mengantisipasi datangnya El Nino, termasuk pembangunan infrastruktur irigasi dan distribusi pompa air secara masif.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan stok beras nasional saat ini mencapai 4,6 juta ton, yang disebutnya sebagai angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

“Hari ini, stok beras kita 4,6 juta ton. Dan itu tertinggi sepanjang sejarah,” kata Amran usai rapat kerja  dengan Komisi IV DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Amran juga menyoroti capaian di sektor energi berbasis pertanian, khususnya program biofuel B50 yang memanfaatkan crude palm oil (CPO). 

Dia menyebut, pemerintah menargetkan tidak melakukan impor solar pada tahun ini. “Target dari Bapak, perintah Bapak Presiden, kita tidak impor solar tahun ini. Itu kita gunakan dari CPO. 5,3 juta ton kita tidak impor solar,” ujarnya.

Menurut dia, kebijakan tersebut justru berdampak positif terhadap kinerja ekspor. Meski sempat mengurangi ekspor CPO dari 26 juta ton menjadi 21 juta ton, ekspor CPO justru naik signifikan.

“Ternyata setelah kita tidak impor solar dan mengurangi ekspor CPO kita dari 26 juta kita kurangi menjadi 21 juta, ternyata petani-petani kita memanfaatkan kondisi geopolitik yang memanas,” ujarnya.

“Sehingga produksi kita, ekspor kita naik 6 juta ton. Ekspor kita justru naik menjadi 32 juta ton,” lanjut Amran.

Amran mengatakan, kenaikan harga komoditas perkebunan akibat dinamika geopolitik turut memberikan keuntungan bagi petani dan sektor pertanian secara keseluruhan.

Baca juga: Mentan: Stok Beras Aman Hadapi Godzila El Nino

“Ekspor kita naik kurang lebih dari sektor pertanian 160 triliun, dan impor kita turun kurang lebih 41 triliun. Ini berkah bagi sektor pertanian,” ucapnya.

Dalam menghadapi El Nino, Amran memastikan pemerintah telah melakukan berbagai antisipasi, termasuk pembangunan infrastruktur irigasi dan distribusi pompa air secara masif.

“Kita sudah menghadapi dua, tiga kali El Niño. 2015-2016, kemudian 2023, dan 2024. Alhamdulillah, irigasi kita sudah kita bangun, kemudian ada pompanisasi, kita sebar pompa kurang lebih 80.000 unit seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Pemerintah juga mengoptimalkan lahan rawa seluas 800.000 hektare untuk mendukung produksi pangan nasional.

Baca juga: BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Kering dan Panjang, El Nino Berpeluang Muncul

“Opla, yang dikatakan Opla adalah rawa yang kita perbaiki, irigasinya perbaiki, 800.000 hektar seluruh Indonesia. Jadi ini persiapan kita jauh lebih baik,” katanya.

Amran juga memaparkan proyeksi cadangan pangan nasional yang dinilai sangat mencukupi untuk menghadapi potensi gangguan produksi akibat El Nino.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved