Sabtu, 25 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

IHSG dan Rupiah Mulai Menguat, Menkeu Purbaya: Ketidakpastian Global Berkurang  

Menkeu Purbaya menilai fondasi ekonomi RI tetap kuat, tekanan sebelumnya dipicu faktor global.

Tribunnews.com/Igman Ibrahim
KETIDAKPASTIAN GLOBAL BERKURANG - Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mulai mengalami penguatan menjadi Rp17.011 per dollar AS. 

Ringkasan Berita:
  • Rupiah menguat ke Rp17.011 dan IHSG naik hampir 3 persen seiring meredanya ketidakpastian global.
  • Gencatan senjata AS-Iran dan turunnya harga minyak jadi sentimen positif pasar.
  • Menkeu menilai fondasi ekonomi RI tetap kuat, tekanan sebelumnya dipicu faktor global.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mulai mengalami penguatan, sesuai Amerika Serikat-Iran sepakat melakukan gencatan senjata dua pekan.

Purbaya memahami penguatan rupiah didorong dari ketidakpastian global yang semakin berkurang seusai meredanya konflik Timur Tengah.

"Ketidakpastian global berkurang kan, itu berdamai. Otomatis rupiah menguat, dan IHSG hampir 3 persen tadi," ujar Purbaya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Baca juga: Rupiah Makin Melemah Tembus Rp17.100, Bank Indonesia Janji Jaga Pasar dan Ini Dampaknya

Purbaya menyatakan fondasi ekonomi Indonesia sejatinya dalam kondisi yang baik.

Menurutnya, ekonomi yang terus mengalami tekanan didorong dari sentimen global.

"Kalau global bagus kondisinya, jadi kalau sentimen hilang ya udah kelihatan lagi fondasi dasar," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mulai mengalami penguatan, setelah Amerika Serikat-Iran sepakat melakukan gencatan senjata dua pekan.

Sekitar pukul 12.23 WIB, rupiah di pasar spot menguat 0,55 persen ke Rp 17.011 per dolar AS. 

Diketahui, kemarin rupiah ditutup melemah 0,41 persen ke Rp 17.105 per dolar AS. 

Analis Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi menjelaskan, gencatan senjata antara AS-Iran selama dua minggu membuat rupiah menguat. 

Adapun salah satu kesepakatan dalam gencatan senjata itu adalah membuka Selat Hormuz. 

Kondisi tersebut membawa angin segar bagi ekonomi global karena selama ini harga minyak terus mengalami kenaikan dampak eskalasi tersebut. 

“Setelah adanya gencatan senjata, pembukaan Selat Hormuz, harga minyak langsung terjun bebas,” papar Ibrahim. 

Ibrahim melihat indeks dolar AS (DXY) juga ikut melemah dan berdampak pada penguatan mata uang rupiah saat ini. Sehingga rupiah hari ini diperdagangkan menguat cukup tajam hampir 100 poin. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved