AI Ubah Lanskap Pariwisata, Industri Perhotelan Percepat Transformasi Digital
AI mengubah cara traveling, mulai dari perencanaan hingga pengalaman menginap yang semakin personal dan berbasis data.
Ringkasan Berita:
- AI mengubah cara traveling, mulai dari perencanaan hingga pengalaman menginap yang semakin personal dan berbasis data.
- Kolaborasi dengan Google Cloud mempercepat transformasi digital, memungkinkan analisis data real-time dan layanan yang lebih efisien.
- Industri perhotelan beradaptasi dengan memanfaatkan AI untuk meningkatkan pengalaman tamu sekaligus efisiensi operasional di tengah persaingan global.
TRIBUNNEWS.COM - Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kian mengubah lanskap industri pariwisata global.
Teknologi ini tidak hanya memengaruhi cara wisatawan merencanakan perjalanan, tetapi juga membentuk ulang pengalaman selama menginap menjadi lebih personal, cepat, dan berbasis data.
Transformasi tersebut mendorong pelaku industri perhotelan untuk mempercepat adopsi teknologi digital.
Baca juga: DKI Jakarta Berikan Insentif PBJT 20 Persen bagi Sektor Restoran dan Perhotelan
Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah menjalin kolaborasi dengan penyedia teknologi global seperti Google Cloud guna memperkuat infrastruktur digital dan kemampuan analitik berbasis AI.
Chief Commercial Officer Minor Hotels, Ian Di Tullio, menegaskan bahwa AI akan memainkan peran sentral dalam mengubah cara orang bepergian di masa depan.
“AI akan mengubah cara orang bepergian, mulai dari bagaimana mereka merencanakan perjalanan hingga bagaimana mereka menikmati pengalaman selama menginap,” ujar Ian Di Tullio.
Menurutnya, ekspektasi wisatawan kini telah bergeser.
Mereka tidak lagi hanya mencari akomodasi, tetapi juga pengalaman yang relevan dan terpersonalisasi.
Oleh karena itu, pemanfaatan AI difokuskan pada kemampuan membaca dan mengolah data pelanggan secara lebih komprehensif.
Merespons tren tersebut, jaringan perhotelan global Minor Hotels mulai mempercepat transformasi digital dengan menjadikan AI sebagai bagian inti dari strategi bisnisnya.
Langkah ini dinilai penting untuk menjawab perubahan ekspektasi wisatawan yang kini menuntut layanan serba cepat, relevan, dan berbasis kebutuhan individu.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman yang benar-benar personal bagi setiap tamu, dengan memahami kebutuhan mereka bahkan sebelum mereka menyampaikannya,” katanya.
Melalui dukungan teknologi cloud, integrasi AI dapat dilakukan secara lebih масштаб dan efisien.
Sistem ini memungkinkan perusahaan mengolah data dalam jumlah besar secara real-time, sehingga mampu menghasilkan rekomendasi yang lebih akurat bagi pelanggan, mulai dari pilihan kamar hingga aktivitas selama perjalanan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-hotel-87yi.jpg)