DPR Dukung MIND ID Akuisisi Tambang Demi Perkuat Cadangan Mineral
DPR siap memberi kemudahan regulasi dan perizinan guna menjaga ketahanan sumber daya serta ekonomi nasional
Ringkasan Berita:
- Komisi XII DPR RI mendukung ekspansi MIND ID untuk memperkuat cadangan mineral nasional melalui akuisisi strategis
- DPR siap memberi kemudahan regulasi dan perizinan guna menjaga ketahanan sumber daya serta ekonomi nasional
- Penguatan cadangan dinilai penting menghadapi transisi energi, meski tantangan investasi dan teknologi masih besar
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Komisi XII DPR RI menyatakan dukungan penuh terhadap langkah strategis Holding BUMN Pertambangan, MIND ID, dalam memperkuat cadangan mineral nasional, termasuk melalui ekspansi dan akuisisi.
DPR menegaskan kesiapan memberikan 'karpet merah' berupa dukungan regulasi dan kemudahan perizinan guna memastikan ketahanan sumber daya mineral sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi.
Dukungan ini mencerminkan penguatan cadangan mineral menjadi krusial di tengah dinamika geopolitik global dan meningkatnya kebutuhan komoditas untuk transisi energi.
Baca juga: Tiga Tahun MIND ID, Hilirisasi Diperkuat untuk Dorong Daya Saing Global
Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Gerindra, Rokhmat Ardiyan, menegaskan pihaknya mendukung penuh langkah ekspansi MIND ID, termasuk melalui akuisisi perusahaan tambang.
“Kami memberikan karpet merah, mendukung regulasi dan kemudahan perizinan agar MIND ID dapat terus meningkatkan kinerja dan memperkuat aset melalui akuisisi,” ujar Rokhmat dalam RDP Komisi XII DPR RI, Senin (13/4/2026).
Ia menilai kinerja MIND ID sepanjang 2025 menunjukkan fundamental yang kuat, dengan laba meningkat lebih dari 13 persen menjadi Rp29 triliun, kontribusi kepada negara mencapai Rp159 triliun, serta EBITDA sebesar Rp42 triliun.
Capaian tersebut dinilai mencerminkan perusahaan yang sehat dan siap melakukan ekspansi lebih agresif.
Senada, anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PKS, Abdul Nasir, menekankan pentingnya penguatan cadangan mineral untuk menjawab lonjakan kebutuhan di masa depan, terutama seiring percepatan elektrifikasi dan transisi energi.
Ia menilai MIND ID perlu aktif mencari peluang tambang baru, termasuk yang belum dieksplorasi, guna memastikan keberlanjutan pasokan mineral strategis nasional. Menurutnya, langkah ini penting agar Indonesia tidak bergantung pada impor dan mampu memperkuat posisi dalam rantai pasok global.
“Kebutuhan akan meningkat, terutama untuk mendukung transformasi energi. Karena itu eksplorasi dan penguatan cadangan menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya.
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, menambahkan bahwa sektor pertambangan melalui kebijakan hilirisasi merupakan agenda strategis nasional dalam mendorong transformasi ekonomi dan mengejar target pertumbuhan hingga 8 persen pada 2029.
Ia menegaskan MIND ID sebagai holding pertambangan dituntut mampu melakukan transformasi dari hulu hingga hilir, sekaligus adaptif terhadap dinamika industri global. Kinerja MIND ID yang konsisten, termasuk masuk dalam Fortune Indonesia 100 tahun 2025, dinilai menjadi bukti kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.
“Hilirisasi menjadi kunci peningkatan nilai tambah komoditas, mulai dari nikel, bauksit, hingga batubara,” kata Sugeng.
Meski demikian, DPR juga mengingatkan sejumlah tantangan dalam implementasi proyek hilirisasi, mulai dari tingginya biaya investasi, ketergantungan pada teknologi asing, hingga kendala pasokan energi dan bahan baku. Kondisi ini dinilai memerlukan strategi yang lebih adaptif dan terintegrasi.
Komisi XII DPR RI menegaskan komitmennya untuk terus mendukung langkah strategis MIND ID, termasuk dalam memperkuat cadangan mineral melalui eksplorasi dan akuisisi, sebagai fondasi utama menjaga ketahanan ekonomi nasional sekaligus memanfaatkan peluang dari tren global energi bersih.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Rokhmat-Ardiyan-898.jpg)