Selasa, 14 April 2026

Harga Daging Sapi Naik Pasca Lebaran, Pedagang Mengeluh Sepi Pembeli

Harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional terpantau melonjak tajam usai Lebaran ini dan dikeluhkan banyak pedagang.

Penulis: Lita Febriani
Editor: Choirul Arifin
Tribunnews.com/Lita Febriani
HARGA DAGING SAPI - Pedagang daging sapi di Pasar Minggu dan Pasar Grogol, Jakarta, mengeluhkan naiknya harga daging hingga membuat pembeli sepi, Selasa (14/3/2026), Jakarta. (Tribunnews.com/Lita Febriani). 

Ringkasan Berita:
  • Harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional terpantau melonjak tajam usai Lebaran ini 
  • Harga daging sapi kini berada di kisaran Rp 150.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp 140.000 sebelum Lebaran. 
  • Bulog memastikan akan terus mengupayakan stabilisasi harga melalui tambahan pasokan, termasuk opsi daging beku.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional terpantau melonjak tajam usai Lebaran ini dan dikeluhkan sejumlah pedagang.

Kenaikan harga ini terjadi di tengah pasokan yang terbatas, terutama menjelang Idul Adha, saat sebagian stok ditahan untuk kebutuhan hewan kurban.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengakui, adanya tekanan pada pasokan daging sapi di tingkat Rumah Potong Hewan (RPH). 

"Memang daging ini menjelang Idul Adha banyak ditahan sama penjual kurban. Kemarin kita sudah cek ke RPH, memang mereka juga kesulitan. Tapi sabar, seminggu ke depan kita dorong pasokan, termasuk lewat daging beku," tutur Rizal saat melakukan inspeksi mendadak di Pasar Minggu dan Pasar Grogol, Jakarta, Selasa (14/3/2026).

Upaya Bulog untuk menurunkan harga daging sapi segar dengan sapi beku dinilai para pedagang belum akan menjadi solusi tepat menurunkan harga komoditas tersebut.

Seorang pedagang daging di Pasar Minggu Jakarta Selatan Dedek menyebut, kondisi harga saat ini dinilai kacau dan tidak stabil.

Ia menjelaskan, harga daging sapi kini berada di kisaran Rp 150.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp 140.000 sebelum Lebaran. Kenaikan ini juga berdampak pada pelaku usaha makanan seperti pedagang bakso.

Baca juga: Lebaran Masih 2 Pekan Lagi, Harga Daging Sapi dan Cabai Rawit Sudah Meroket

"Lagi luar biasa ini. Kacau, lagi gila-gilaan. Kalau pakai daging beku itu bukan solusi. Rasa baksonya jadi kurang. Tukang bakso juga komplain, tetap harus pakai daging segar," ucap Dedek.

Keluhan serupa disampaikan Dede, pedagang daging di Pasar Grogol. Ia mengungkapkan harga daging bahkan sempat menyentuh Rp 160.000 hingga Rp 170.000 per kilogram, meski dirinya masih menjual di angka Rp 150.000 demi menjaga pelanggan.

"Dari harga Rp120.000 sebelum puasa, sekarang harusnya jual Rp 160.000 - Rp 170.000. Tapi kita masih jual Rp 150.000. Ada juga yang jual sampai Rp 180.000 - Rp 190.000," ungkapnya.

Baca juga: JAPPDI Keluhkan Lemahnya Pengawasan Harga Daging Kerbau Jelang Lebaran

Meski harga melonjak, kondisi pasar justru cenderung sepi pasca Lebaran. Daya beli masyarakat disebut menurun setelah periode konsumsi tinggi selama Ramadan dan Idul Fitri.

Bulog memastikan akan terus mengupayakan stabilisasi harga melalui tambahan pasokan, termasuk opsi daging beku.

Akan tetapi, di lapangan, preferensi konsumen terhadap daging segar masih menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga keseimbangan harga dan ketersediaan.

"Sebenarnya mah harga modal, tapi kita ngejual masih Rp 150.000. Apalagi pasar sepi habis lebaran gini," imbuh Dede. 

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved