Selasa, 21 April 2026

Asbanda Dorong BPD Jadi Orkestrator Dana Daerah, Tak Lagi Sekadar Kelola APBD

perubahan landscape ekonomi serta keterbatasan ruang fiskal pemerintah daerah, menuntut BPD mengambil peran yang lebih strategis dan proaktif.

Editor: Sanusi
Tribunnews.com/HO
GERAKKAN EKONOMI DAERAH - Kegiatan Seminar Nasional Bank Pembangunan Daerah se-Indonesia. Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) Agus H. Widodo menyebut BPD memiliki posisi unik untuk memainkan peran yang lebih besar dalam menggerakkan ekonomi daerah secara langsung. 
Ringkasan Berita:
  • BPD diminta bertransformasi jadi penggerak ekonomi, bukan hanya pengelola dana daerah.
  • Inovasi pembiayaan dan pinjaman daerah penting untuk dorong sektor riil dan UMKM.
  • Transformasi difokuskan pada tata kelola, inovasi pembiayaan, dan penguatan peran ekonomi daerah.

 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Pembangunan Daerah (BPD) didorong melakukan transformasi peran secara fundamental, dari sekadar pengelola dana pemerintah daerah menjadi orkestrator aliran dana daerah, sekaligus penggerak utama pertumbuhan ekonomi regional melalui inovasi pembiayaan produktif dan terukur.

Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) Agus H. Widodo mengatakan, perubahan landscape ekonomi serta keterbatasan ruang fiskal pemerintah daerah, menuntut BPD untuk mengambil peran yang lebih strategis dan proaktif.

Baca juga: Asbanda Dorong BPD Lepas dari Peran Parking Fund, Diminta Jadi Motor Ekonomi Daerah

"Ke depan, BPD tidak cukup hanya berperan sebagai pengelola dana pemerintah daerah. BPD harus bertransformasi menjadi orkestrator aliran dana daerah yang mampu menggerakkan ekonomi secara aktif dan berkelanjutan," ujar Agus dalam Seminar Nasional Bank Pembangunan Daerah se-Indonesia, dikutip Sabtu (18/4/2026).

Menurutnya, BPD memiliki keunggulan struktural yang tidak dimiliki bank lain, mulai dari kedekatan dengan pemerintah daerah, pemahaman terhadap karakteristik ekonomi lokal, hingga jaringan yang menjangkau hingga ke tingkat daerah.

Dengan keunggulan tersebut, kata Agus, BPD memiliki posisi unik untuk memainkan peran yang lebih besar dalam menggerakkan ekonomi daerah secara langsung.

"BPD harus mampu memastikan bahwa setiap rupiah yang berputar di daerah dapat memberikan nilai tambah ekonomi, mendorong produktivitas, dan memperkuat sektor riil," tegasnya.

Agus menekankan, keterbatasan fiskal daerah tidak boleh menjadi penghambat pembangunan. Dalam kondisi tersebut, inovasi pembiayaan menjadi kunci untuk menjaga kesinambungan government spending dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca juga: Asbanda Dorong BPD Optimalisasi SIPD-RI dan Siskeudes-Link untuk Tingkatkan Kinerja Pemda

Salah satu instrumen strategis yang didorong adalah optimalisasi skema pinjaman daerah yang tidak hanya difokuskan pada pembiayaan infrastruktur, tetapi juga untuk penguatan layanan publik, peningkatan kualitas sektor kesehatan dan pendidikan, pengembangan UMKM dan ekonomi lokal

"Pinjaman daerah harus dipandang sebagai instrumen strategis untuk menciptakan multiplier  effect bagi perekonomian daerah, bukan sekadar sumber pembiayaan jangka pendek," jelas Agus.

Asbanda juga telah menyampaikan usulan kepada regulator untuk menghadirkan pendekatan kebijakan yang lebih presisi terhadap pembiayaan sektor publik  daerah.

"Ini bukan permintaan pelonggaran, melainkan upaya menghadirkan kerangka yang lebih tepat  agar pembiayaan sektor publik dapat dilakukan secara optimal, namun tetap prudent," tegasnya.  

Untuk mendorong BPD naik kelas, Agus menyampaikan transformasi akan difokuskan pada tiga pilar utama, yakni penguatan tata kelola dan manajemen risiko, pengembangan inovasi pembiayaan yang produktif dan berdampak, dan pendalaman peran dalam ekosistem ekonomi daerah.

"Masa depan ekonomi daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya APBD, tetapi oleh kemampuan kita dalam mengelola dan mengarahkan aliran dana untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan," pungkasnya.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved