Kamis, 14 Mei 2026

Cegah Tumpahan Minyak, BKI Gandeng SKK Migas dan ITS Dorong Keamanan Offshore

Industri minyak bumi dan gas adalah sektor dengan risiko tinggi, sehingga aspek keselamatan dan keamanan menjadi prioritas utama perlindungan pekerja.

Tayang:
Penulis: Sanusi
Editor: willy Widianto
HO
PERLINDUNGAN PEKERJA OFFSHORE - Ilustrasi offshore migas di tengah lautan. 

Ringkasan Berita:
  • Industri minyak dan gas bumi (migas) merupakan sektor dengan risiko tinggi (high risk), di mana aspek keselamatan dan keamanan menjadi prioritas utama.
  • Dalam dunia migas, integritas struktur fasilitas yang telah beroperasi bertahun-tahun menjadi tantangan tersendiri.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Saat meningkatnya perhatian global terhadap keselamatan operasional dan keberlanjutan industri energi, peran standar teknis dan inovasi berbasis riset menjadi semakin krusial, khususnya di sektor minyak dan gas bumi (migas) yang dikenal memiliki tingkat risiko tinggi.

Upaya untuk meminimalkan potensi kecelakaan, menjaga integritas infrastruktur, serta mencegah dampak lingkungan seperti tumpahan minyak kini menjadi fokus utama berbagai pemangku kepentingan di seluruh dunia.

Dalam konteks inilah, kehadiran Indonesia melalui PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI di ajang internasional menjadi langkah strategis untuk menunjukkan kontribusi nyata dalam memperkuat sistem keselamatan migas berbasis data dan kajian ilmiah.

Partisipasi BKI dalam ajang Offshore Technology Conference (OTC) Asia 2026 yang digelar di Kuala Lumpur Convention Center, Malaysia, menjadi salah satu momentum penting untuk menegaskan peran tersebut. Forum bergengsi yang diikuti lebih dari 25.000 profesional dari 89 negara ini menjadi wadah pertukaran pengetahuan, inovasi, serta kolaborasi global di sektor energi, khususnya industri lepas pantai.

Dalam forum tersebut, delegasi BKI mempresentasikan hasil riset mendalam terkait pengembangan aturan sistem Single Point Mooring (SPM) pada fasilitas migas yang telah beroperasi. Riset bertajuk “Evaluating The Dynamic Behaviors of Offloading Arrangement Variations on Existing Single Point Mooring Structure to Improve the Safety Assurance of Classification Society” dipaparkan langsung oleh Offshore Engineer PT BKI, Hafizh Muhammad Naufal Shidqi.

Hafizh menjelaskan bahwa industri migas merupakan sektor dengan risiko tinggi, sehingga aspek keselamatan dan keamanan menjadi prioritas utama. Dalam hal ini, sistem SPM memiliki peran vital sebagai titik penghubung dalam proses pemuatan dan pembongkaran minyak dari fasilitas lepas pantai ke kapal tanker.

“Sistem SPM memegang peranan krusial sebagai titik penghubung dalam proses loading dan offloading minyak. Karena itu, keandalannya sangat menentukan keselamatan operasional secara keseluruhan,” ujarnya, Senin(20/4/2026).

Ia menambahkan, riset yang dilakukan berfokus pada mitigasi risiko kegagalan sistem yang berpotensi menimbulkan dampak besar, baik terhadap operasional maupun lingkungan.

“Fokus utama kami adalah meningkatkan kepastian keselamatan aset. Kegagalan pada sistem SPM tidak hanya mengganggu operasional, tetapi juga berisiko menyebabkan tumpahan minyak yang dapat merusak ekosistem laut secara masif. Melalui riset ini, kami memberikan masukan teknis untuk memperkuat aturan klasifikasi pada fasilitas yang sudah eksis agar tetap aman digunakan,” jelasnya.

Riset tersebut tidak disusun secara mandiri. BKI menggandeng Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) serta Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk memastikan kajian yang dihasilkan komprehensif, baik dari sisi praktis di lapangan maupun pendekatan akademis.

Delegasi BKI dalam ajang ini dipimpin oleh Senior Manager Pemasaran Offshore Klas Cabang Utama Klas Tanjung Priok, Eko Maja Priyanto, dengan dukungan Koordinator Perkapalan dan Kemaritiman SKK Migas, Willy Yuniar, serta Guru Besar ITS, Prof. Ir. Eko Budi Djatmiko.

Dalam industri migas, tantangan tidak hanya datang dari operasional harian, tetapi juga dari kondisi infrastruktur yang telah beroperasi dalam jangka waktu panjang. Seiring bertambahnya usia fasilitas, risiko kelelahan struktur (fatigue) dan korosi menjadi semakin tinggi, terutama di lingkungan laut yang ekstrem.

Sebagai satu-satunya badan klasifikasi nasional, BKI memiliki tanggung jawab strategis untuk memastikan seluruh fasilitas lepas pantai di Indonesia memenuhi standar keselamatan internasional. Kehadiran BKI di OTC Asia 2026 menjadi bukti komitmen Indonesia dalam mendorong penguatan standar keselamatan sekaligus keberlanjutan sektor energi melalui inovasi dan riset berbasis data.

Selain memaparkan hasil penelitian, BKI juga memanfaatkan momentum ini untuk memperluas jejaring global melalui diskusi strategis dengan sejumlah perusahaan energi internasional, seperti Petronas, Eni S.p.A., dan Yinson Holdings Berhad.

Melalui partisipasi aktif di forum internasional ini, BKI diharapkan dapat memperkuat posisinya sebagai pemain penting dalam penetapan standar keselamatan offshore, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga regional dan global, sekaligus mendukung terciptanya operasional migas yang lebih aman, efisien, dan ramah lingkungan.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved