Sinergi Diaspora dan Pemerintah, Kunci Pembangunan Berkelanjutan Kabupaten Gresik
Kemajuan daerah tidak cukup hanya ditopang sektor industri, tetapi juga harus didukung pendidikan yang kuat.
Ringkasan Berita:
- Jazilul Fawaid menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi menuju Gresik yang lebih maju
- Kemajuan daerah tidak cukup hanya ditopang sektor industri, tetapi juga harus didukung pendidikan yang kuat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Festival Budaya Gresik dan Halal Bihalal diaspora Gresik di Jabodetabek berlangsung meriah di Taman Mini Indonesia Indah, Minggu (3/5/2026).
Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan peran perantau dalam mendukung kemajuan Kabupaten Gresik.
Sekitar 700 warga Gresik dari berbagai latar belakang hadir, mulai dari tokoh nasional, anggota legislatif, pejabat pemerintah, ulama, akademisi, hingga pelaku usaha.
Baca juga: Atasi Penyusutan Lahan & Kualitas Karet, Industri Mulai Dorong Penggunaan Koagulan Ramah Lingkungan
Acara dikemas dengan beragam kegiatan, seperti halal bihalal, pertunjukan seni budaya, talkshow, peluncuran buku, hingga pagelaran seni bertajuk “Tulajek, Gresik Nyawiji”.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Pratikno, Jazilul Fawaid, Falah Amru, hingga Amich Alhumami. Hadir pula Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir serta sejumlah tokoh masyarakat dan akademisi asal Gresik.
Dalam kesempatan tersebut, Jazilul Fawaid menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi menuju Gresik yang lebih maju.
Menurutnya, kemajuan daerah tidak cukup hanya ditopang sektor industri, tetapi juga harus didukung pendidikan yang kuat.
“Pendidikan menjadi kunci untuk menciptakan generasi yang unggul dan berdaya saing. Ini bagian dari upaya menuju Gresik Emas,” ujarnya.
Pandangan serupa disampaikan Imam Subchi yang menilai pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan penguatan pendidikan. Ia menyebut identitas budaya Gresik perlu dijaga sebagai bagian dari energi pembangunan masa depan.
Dalam sesi talkshow, para narasumber juga menitipkan sejumlah pesan kepada Pemerintah Kabupaten Gresik melalui DPRD. Pesan tersebut menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, diaspora, akademisi, ulama, dan dunia usaha untuk mendorong pembangunan berkelanjutan.
Momentum acara ini juga ditandai dengan pengukuhan pengurus Paguyuban Warga Gresik di Jabodetabek periode 2025–2028 dengan Masbukhin Pradhana sebagai ketua.
Masbukhin menyampaikan paguyuban ke depan akan diarahkan tidak hanya sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga ruang kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, mulai dari sektor pendidikan, budaya, hingga ekonomi.
“Semangatnya nyawiji atau bersatu. Diaspora Gresik punya potensi besar untuk ikut membangun daerah agar lebih maju dan bermartabat,” kata Masbukhin.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum kebangkitan agenda tahunan diaspora Gresik yang sempat terhenti sejak 2018. Selain mempererat persaudaraan, festival ini diharapkan mampu memperkuat peran perantau sebagai kekuatan sosial, budaya, dan ekonomi dalam mendukung masa depan Gresik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Festival-Budaya-Gresik-dan-Halal-Bihalal.jpg)