Industri Kosmetik Kian Moncer, Kemenperin Genjot Daya Saing hingga Pasar Global
jumlah pelaku industri kosmetik pada 2025 telah menembus lebih dari 1.500 unit usaha, dengan lebih dari 90 persen merupakan IKM.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Permintaan produk kosmetik, parfum dan wellness di Indonesia terus meningkat seiring tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap perawatan diri dan kualitas hidup. Tren ini mendorong sektor tersebut menjadi salah satu penopang penting industri manufaktur nasional.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pemerintah terus memperkuat daya saing industri kosmetik sebagai bagian dari strategi peningkatan nilai tambah industri.
"Industri kosmetik, parfum dan wellness memiliki potensi besar untuk berkembang dan menjadi salah satu pilar pertumbuhan industri nasional. Pemerintah akan terus hadir melalui kebijakan yang mendukung, fasilitasi dan pembinaan, serta penguatan ekosistem industri agar mampu bersaing di tingkat global," tutur Agus dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).
Baca juga: Tingkatkan Kreativitas Generasi Muda, Kemenperin Dukung Inovasi Industri Kosmetik Lokal
Berdasarkan data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), jumlah pelaku industri kosmetik pada 2025 telah menembus lebih dari 1.500 unit usaha, dengan lebih dari 90 persen merupakan Industri Kecil dan Menengah (IKM).
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita menyatakan pentingnya inovasi dan pemenuhan standar keamanan bagi pelaku IKM.
"IKM harus mampu menghadirkan beragam inovasi, serta membaca peluang dan kebutuhan pasar. IKM kosmetik juga harus peka dan paham tentang berbagai standar keamanan dalam menghadirkan produk kosmetik yang berkualitas," ungkap Reni.
Kehadiran fasilitas manufaktur modern menjadi faktor penting dalam memperkuat struktur industri nasional. Pembukaan fasilitas produksi Prioritas Wellness Indonesia di Tangerang disebut sebagai sinyal positif pertumbuhan sektor ini.
"Pembukaan fasilitas produksi ini merupakan langkah strategis dalam pengembangan dan perluasan usaha, sekaligus menjadi sinyal positif bahwa sektor manufaktur nasional, khususnya industri kosmetik, parfum dan wellness, terus menunjukkan pertumbuhan dan daya tarik yang kuat bagi pelaku usaha," kata Reni.
Kinerja Moncer
Dari sisi pasar, nilai industri kosmetik Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 9,74 miliar dolar AS, dengan proyeksi pertumbuhan tahunan 4,33-4,37 persen. Kinerja ekspor juga meningkat dari 416.800 dolar AS pada 2024 menjadi 473.800 dolar AS pada 2025.
"Dengan nilai pasar dan kinerja ekspor yang positif, industri kosmetik Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat posisi di pasar global. Hal ini perlu didukung dengan penguatan kapasitas produksi dalam negeri serta peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing secara berkelanjutan," jelas Reni.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/agus-gumiwang-industri-baja-98008.jpg)