Kamis, 7 Mei 2026

Efisiensi dan Keselamatan, Road Train Mulai Gantikan Dump Truck

Di tengah keterbatasan ruang sempit tambang bawah tanah, inovasi road train hadir sebagai solusi efisiensi dan keselamatan

Tayang:
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Sanusi
Tribunnews.com/HO
ROAD TRAIN - Keterbatasan ruang di terowongan tambang yang sempit menuntut kendaraan dengan manuver presisi tinggi dan kapasitas angkut optimal. Direktur PT Sanggar Sarana Baja, Johan Budisusetija, menyebut kondisi ini mendorong inovasi baru, termasuk konsep road train sebagai alternatif lebih efisien dibanding dump truck (HO) 

Ringkasan Berita:
  • Inovasi kendaraan tambang bawah tanah berkembang untuk menjawab tantangan ruang sempit dan risiko tinggi
  • Konsep road train menawarkan kapasitas angkut lebih besar, efisiensi bahan bakar, serta pengurangan emisi dibanding sistem konvensional
  • Dilengkapi fitur keselamatan modern, teknologi ini juga mulai menembus pasar global melalui kolaborasi lintas negara

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengembangan teknologi kendaraan angkut di sektor pertambangan bawah tanah terus bergerak dinamis, seiring meningkatnya tuntutan efisiensi dan keselamatan di lingkungan berisiko tinggi.

Salah satu tantangan utama dalam aktivitas underground hauling adalah keterbatasan ruang gerak. 

Terowongan tambang yang sempit, dengan lebar sekitar 5 hingga 6 meter, menuntut kendaraan memiliki manuver presisi tinggi sekaligus kapasitas angkut optimal.

Baca juga: MSP Dorong Transformasi Industri Tambang Berkelanjutan

Direktur PT Sanggar Sarana Baja (SSB), Johan Budisusetija, mengatakan kondisi tersebut mendorong lahirnya inovasi kendaraan dengan pendekatan berbeda dari sistem konvensional.

Dalam konteks ini, konsep road train mulai dilirik sebagai solusi alternatif dibandingkan dump truck.

Sistem ini memungkinkan peningkatan kapasitas muatan dalam satu kali perjalanan, sehingga dapat menekan frekuensi ritase dan meningkatkan efisiensi operasional.

“Selain produktivitas, aspek efisiensi bahan bakar dan pengurangan emisi juga menjadi perhatian utama, sejalan dengan tuntutan praktik pertambangan yang lebih berkelanjutan,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).

Di sisi lain, faktor keselamatan tetap menjadi prioritas.

Pengoperasian kendaraan di tambang bawah tanah memiliki risiko tinggi, sehingga desain kendaraan kini dilengkapi berbagai fitur seperti steering axle untuk manuver di ruang sempit, sensor radar, kamera pemantau, serta sistem kontrol stabilitas muatan.

Baca juga: Satgas PKH & TNI Tertibkan Tambang Emas Ilegal Gunung Botak di Pulau Buru, 16 WNA Diamankan

“Di tambang bawah tanah, ruang yang terbatas dan risiko tinggi menuntut ketelitian ekstra dalam setiap pergerakan, terutama untuk menjaga keselamatan,” kata Johan.

Ia menambahkan, perkembangan ini menunjukkan bahwa inovasi di sektor alat berat tidak lagi didominasi negara maju.

Sejumlah perusahaan dari negara berkembang mulai mampu menghadirkan solusi teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri global.

Salah satu contohnya adalah pengembangan road train oleh SSB yang dilakukan melalui kolaborasi dengan mitra internasional.

"Sejak dikembangkan tiga tahun lalu, SSB telah mengekspor teknologi tersebut ke Mongolia melalui kerja sama dengan MSM," katanya.

Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi ini juga mulai menembus pasar ekspor, seiring meningkatnya kebutuhan industri tambang global terhadap solusi yang lebih efisien dan aman.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved