Harga Emas
Harga Emas Antam Kembali Tak Berubah di Level Rp2.839.000 per Gram, Kapan Sentuh Rp3 Juta?
Faktor struktural seperti pembelian oleh bank sentral global serta ketidakpastian geopolitik masih menjadi penopang harga emas dalam jangka menengah.
Ringkasan Berita:
- Harga emas Antam pada Minggu (10/5/2026) stagnan di Rp2.839.000 per gram, sementara buyback tetap Rp2.644.000 per gram.
- Analis Valbury Asia Futures, Nanang Wahyudin menyebut tekanan emas dipicu ekspektasi suku bunga tinggi The Fed yang membuat yield riil tetap tinggi.
- Meski terkoreksi, tren bullish emas dinilai masih kuat didukung pembelian bank sentral global dan ketidakpastian geopolitik. Harga emas Antam diproyeksi berada di kisaran Rp2,7 juta–Rp3,1 juta per gram pada 2026.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Harga emas PT Aneka Tambang (Antam) pada Minggu (10/5/2026) tidak mengalami perubahan dari hari sebelumnya di level Rp 2.839.000 per gram.
Harga tersebut sudah berlangsung sejak Jumat (8/5/2026), setelah mengalami penurunan Rp.1000 dibanding hari sebelumnya yang di posisi Rp2.840.000 per gram.
Pergerakan stagnan juga terjadi pada harga buyback emas Antam, masih di level Rp 2.644.000 per gram.
Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini, Kamis 7 Mei 2026: Melambung, Jadi Rp2.840.000 per Gram
Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lainnya, belum termasuk pajak:
- Harga emas 0,5 gram: Rp 1.469.500
- Harga emas 1 gram: Rp 2.839.000
- Harga emas 5 gram: Rp 14.010.000
- Harga emas 10 gram: Rp 27.940.000
- Harga emas 25 gram: Rp 69.685.000
- Harga emas 50 gram: Rp 139.205.000
- Harga emas 100 gram: Rp 278.260.000
- Harga emas 250 gram: Rp 695.340.000
- Harga emas 500 gram: Rp 1.390.400.000
- Harga emas 1.000 gram: Rp 2.779.600.000
Prediksi Harga Emas
Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures, Nanang Wahyudin, menyampaikan pelemahan emas dalam sebulan terakhir dipicu oleh repricing ekspektasi suku bunga oleh Federal Reserve.
Data inflasi AS yang masih relatif tinggi membuat pelaku pasar memperkirakan bank sentral tersebut akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama (higher for longer).
“Hal ini mendorong yield riil tetap tinggi sehingga menekan daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil,” ujar Nanang dikutip dari Kontan.
Nanang menjelaskan, pergerakan harga emas batangan Antam sangat dipengaruhi oleh harga emas global dan nilai tukar rupiah.
Dalam kondisi rupiah yang relatif stabil, penurunan harga emas global cenderung lebih tercermin langsung pada harga emas domestik.
Meski sempat mengalami tekanan, Nanang menilai tren bullish emas secara struktural belum berakhir.
Nanang menekankan, faktor struktural seperti pembelian oleh bank sentral global serta ketidakpastian geopolitik masih menjadi penopang harga emas dalam jangka menengah.
Untuk strategi investasi, Nanang menyarankan investor yang sudah memiliki emas untuk tetap mempertahankan posisi (hold), mengingat tren jangka menengah masih konstruktif.
Sementara bagi investor yang ingin masuk, disarankan menggunakan strategi bertahap atau averaging saat harga berada di area koreksi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Harga-Emas-Antam-Mulai-Naik_20250409_204103.jpg)