Rabu, 20 Mei 2026

Prabowo Dorong Industrialisasi, Kemenperin: Indonesia Harus Jadi Negara Produsen

Pengembangan industrialisasi nasional perlu diarahkan pada industri berbasis SDA yang mampu menghasilkan produk turunan bernilai tambah tinggi.

Tayang:
Penulis: Lita Febriani
Editor: Sanusi
Tribunnews.com/HO
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita 
Ringkasan Berita:
  • Kemenperin menyambut arahan Presiden Prabowo soal percepatan industrialisasi nasional untuk memperkuat manufaktur dan kemandirian ekonomi.
  • Strategi ini dinilai mampu meningkatkan daya saing global, membuka lapangan kerja, serta memperkuat kontribusi industri terhadap PDB.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perindustrian menyambut positif pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR pada Rabu (20/5/2026).

Prabowo pada pidatonya menekankan percepatan industrialisasi nasional agar Indonesia mampu memproduksi sendiri berbagai kebutuhan strategis, mulai dari kendaraan bermotor hingga produk elektronik.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, arahan Presiden sejalan dengan agenda Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) yang tengah dijalankan Kemenperin untuk memperkuat struktur industri manufaktur nasional.

Baca juga: Prabowo Bentuk Badan Ekspor Nasional, Pengamat: Bisa Tekan Kebocoran dan Perkuat Rupiah

"Pidato Bapak Presiden menjadi penegasan bahwa industrialisasi adalah jalan utama untuk menuju kemandirian ekonomi nasional. Indonesia tidak boleh hanya menjadi konsumen, tetapi harus menjadi negara produsen yang memiliki kemampuan manufaktur kuat dan berdaya saing global," tutur Agus dalam keterangan resminya, Rabu (20/5/2026).

Pengembangan industrialisasi nasional perlu diarahkan pada industri berbasis sumber daya alam yang mampu menghasilkan produk turunan bernilai tambah tinggi.

"Bagus sekali arahan dari Bapak Presiden, karena memang itu yang menjadi harapan kita. Jadi, sekarang industrialisasinya harus kita kembangkan yang berbasis sumber daya alam karena kekuatan sumber daya alam kita itu bisa menghasilkan produk-produk turunan yang nanti pada gilirannya akan memperkuat mata rantai dari industri nasional itu sendiri," ungkapnya.

Menperin mencontohkan pengembangan industri baterai kendaraan listrik yang dinilai menjadi keunggulan Indonesia karena status Indonesia sebagai produsen nikel terbesar dunia.

"Kalau kita bicara soal baterai misalnya, itu juga harusnya bisa menjadi keunggulan bagi Indonesia, karena kita menjadi produsen nikel terbesar di dunia dan juga komponen-komponen otomotif lainnya yang merupakan hasil dari downstreaming dari produk-produk di hulunya," imbuhnya.

Agus menilai, pernyataan Presiden akan menambah optimisme dan semangat pelaku industri nasional untuk memperkuat daya saing di tengah tantangan global.

"Jadi saya kira bagus sekali apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden, dan itu akan menambah kekuatan dari semangat dari para industri-industri yang ada di Indonesia untuk bergerak cepat, untuk bisa menjawab challenge yang telah disampaikan kepada pemerintah maupun para pelaku industri," ujar Menperin.

Kemenperin mencatat, industri pengolahan nonmigas pada triwulan I 2026 tumbuh 5,04 persen secara tahunan dan berkontribusi 19,07 persen terhadap PDB nasional.

Kontribusi sektor manufaktur terhadap pertumbuhan ekonomi nasional juga mencapai 1,03 persen, tertinggi dibanding sektor lainnya.

Untuk memperkuat industrialisasi, pemerintah akan terus mendorong kebijakan pro-industri seperti Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), penguatan TKDN, hilirisasi industri, pengembangan SDM industri, hingga dukungan pembiayaan dan investasi manufaktur.

"Kami mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo yang menempatkan industrialisasi sebagai prioritas pembangunan nasional. Dukungan terhadap industri manufaktur akan memperkuat daya tahan ekonomi Indonesia sekaligus membuka peluang penciptaan lapangan kerja yang lebih besar," ucap Agus.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved