Selasa, 2 Juni 2026

Napas Segar di Kala Kandas, Kisah Argi Gumilar Bangkit dari Puing Pandemi Berkat KUR BRI

Bermodal belajar otodidak dari YouTube dan jurnal-jurnal online, Argi Gumila mulai menciptakan ekosistem tanaman mini dalam kaca.

Tayang:
Tribunnews.com
Beberapa produk Minimizu Nature Art Gallery, mulai dari plakat hingga jam dinding. Selain dijual di dalam negeri, produk Minimizu juga telah dijual ke Jepang, Timur Tengah, hingga Italia. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Bagi Argi Gumilar, aroma tanah basah dan hijaunya lumut bukan sekadar hobi, melainkan simbol kehidupan kedua.

Di sela-sela riuhnya pameran Inabuyer B2B2G Expo 2026 yang digelar di Gedung Smesco, Jakarta, Kamis (7/5/2026), Argi tampak telaten merapikan beberapa plakat terrarium dan jam dinding berbahan lumut abadi di stan Minimizu Nature Art Gallery miliknya.

Namun, di balik kesuksesan produknya yang kini merambah pasar Jepang hingga Italia, tersimpan cerita tentang kejatuhan yang menyakitkan.

Baca juga: Dari Hutan Pinus ke Galeri Dunia: Transformasi Minimizu Naik Kelas Lewat Inkubasi BRIncubator BRI

Tahun 2020 adalah masa terkelam bagi Argi.

Bisnis penyuplai snack box yang baru setahun ia rintis hancur dihantam badai pandemi COVID-19.

"Bisnis utama saya saat itu hancur. Tidak ada pesanan sama sekali karena sekolah dan kantor tutup. Saya benar-benar harus mulai dari nol lagi," kenang Argi dengan tatapan menerawang.

Titik Balik dan Dilema Modal

Di tengah ketidakpastian ekonomi, Argi mencoba memutar otak.

Ia melirik kembali hobi lamanya sejak akhir 2019: aquascape dan seni mengolah tanaman.

Bermodal belajar otodidak dari YouTube dan jurnal-jurnal online, ia mulai menciptakan ekosistem tanaman mini dalam kaca.

Ternyata, di masa pandemi, banyak orang yang haus akan nuansa alam di dalam rumah mereka, dan produk Argi mulai mendapat tempat.

Namun, niat besar untuk membesarkan Minimizu terbentur tembok klasik pelaku UMKM: permodalan.

Tabungan yang tersisa dari bisnis sebelumnya sudah terkuras untuk menyambung hidup.

Argi membutuhkan "napas buatan" berupa modal segar untuk membeli bahan baku, peralatan riset pengawetan lumut, dan biaya produksi.

Di saat itulah, ia melirik program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Argi Gumilar, pemilik Minimizu Nature Art Gallery, sebuah UMKM asal Ciputat, saat ditemui di ajang Inabuyer B2B2G Expo 2026, di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Argi Gumilar, pemilik Minimizu Nature Art Gallery, sebuah UMKM asal Ciputat, saat ditemui di ajang Inabuyer B2B2G Expo 2026, di Jakarta, beberapa waktu lalu. (Tribunnews.com/Dodi Esvandi)
Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved