Saham-saham Grup Prajogo Pangestu Mengamuk, BREN Dipasang Target Rp3.890
Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) masih bertahan di level Auto Reject Atas (ARA) atau batas maksimal kenaikan harga saham.
Ringkasan Berita:
- Saham grup Prajogo Pangestu kompak melonjak, dengan PT Barito Renewables Energy Tbk dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk menyentuh Auto Reject Atas (ARA).
- Henan Sekuritas merekomendasikan buy untuk saham BREN dengan target harga Rp3.890 atau potensi kenaikan 63,4 persen dari posisi sebelumnya.
- Prospek BREN dinilai kuat karena menjadi pemain panas bumi terbesar di Indonesia dan diuntungkan tren transisi energi bersih nasional.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Saham-saham terafiliasi konglomerat Indonesia, Prajogo Pangestu pada perdagangan Jumat (29/5/2026) kompak melonjak.
Pada sesi kedua perdagangan, sekitar pukul 13.56 WIB, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) masih bertahan di level Auto Reject Atas (ARA) atau batas maksimal kenaikan harga saham dalam sehari.
Tercatat, saham BREN naik 25 persen atau 660 poin ke level Rp3.300 per saham.
Baca juga: Usai Libur Iduladha, Pergerakan IHSG Hari Ini Dibayangi Pelemahan Rupiah
Kemudian saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga sentuh ARA, naik 24,75 persen ke posisi Rp630 per saham.
Lalu, Petrosea Tbk (PTRO) melonjak 20,59 persen atau 770 poin ke level Rp4.510 per saham.
Selanjutnya saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 23,15 persen atau 360 poin ke level Rp1.915 per saham.
Potensi Saham BREN
PT Henan Putihrai Sekuritas (Henan Sekuritas) merekomendasikan beli atau buy pada saham BREN dengan target harga (TP) di level Rp3.890 yang mencerminkan potensi upside 63,4 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan 25 Mei 2026 di level Rp2.380.
Tim riset Henan Sekuritas menyebutkan, target price tersebut didasarkan pada prospek pertumbuhan kapasitas yang signifikan, proyeksi pertumbuhan laba yang kuat, tingginya kualitas aset panas bumi dan posisi strategis BREN dalam transisi energi Indonesia.
Dalam laporan riset bertajuk “BREN: Indonesia's Largest Geothermal Player”, Henan Sekuritas menempatkan Barito Renewables Energy sebagai pemain panas bumi terbesar di Indonesia. BREN tercatat mengoperasikan 910 MW kapasitas panas bumi di Jawa Barat yang merepresentasikan sekitar 38% pangsa pasar panas bumi nasional.
Melalui sejumlah proyek pengembangan dan inisiatif optimasi, kapasitas terpasang pada 2025 mencapai 989 MW.
Posisi dominan ini memberikan fondasi kuat bagi BREN untuk menangkap pertumbuhan permintaan listrik berbasis energi bersih di Indonesia.
Perseroan menargetkan peningkatan kapasitas menjadi sekitar 2,3 GW hingga 2,8 GW pada tahun 2032 melalui kombinasi optimalisasi aset eksisting, pengembangan proyek panas bumi baru (greenfield geothermal developments) dan ekspansi ke proyek energi angin.
Tim riset Henan Sekuritas menyampaikan, portofolio aset BREN didukung aset panas bumi berkualitas tinggi dengan kontrak jangka panjang bersama PT PLN (Persero).
Dengan demikian, hal ini bisa menghasilkan arus pendapatan yang stabil layaknya aset infrastruktur.
BREN memperkuat ketahanan laba melalui karakteristik pembangkit baseload, faktor kapasitas yang tinggi dan struktur tarif yang diatur, sehingga mampu menjaga kinerja dalam berbagai kondisi dan siklus ekonomi.
Lebih lanjut Henan Sekuritas menyampaikan, sejauh ini BREN berada di posisi yang diuntungkan dalam transisi energi Indonesia. Mengacu pada peta jalan sepuluh tahun PLN, perseroan berpeluang kuat untuk menangkap peningkatan permintaan listrik melalui platform energi terbarukan yang dapat terus dikembangkan.
Tim riset memperkirakan, pertumbuhan laba BREN akan semakin cepat, dengan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk (PATMI) diproyeksikan bertumbuh pada CAGR mencapai 35,7%.
Pertumbuhan ini didorong ekspansi kapasitas dan leverage operasional yang kuat dari basis pendapatan kontraktual dengan margin tinggi.
Selain itu, model bisnis BREN juga didukung fondasi yang tangguh melalui dukungan Barito Group, baik dari sisi finansial maupun operasional. Dukungan ini tentunya bakal memperkuat ketahanan kinerja Perseroan selama menjalani fase pertumbuhan.
Tim riset Henan Sekuritas menilai, tekanan pada harga saham dalam jangka pendek lebih bersifat teknikal dibandingkan fundamental.
“Kami menilai aksi jual yang dipicu oleh MSCI dan indeks domestik tidak mencerminkan penurunan kualitas bisnis perusahaan. Sebaliknya, kondisi ini dipandang sebagai peluang yang jarang terjadi untuk memiliki perusahaan energi terbarukan berkualitas tinggi pada valuasi yang lebih menarik," dikutip dalam risetnya, Jumat (29/5/2026).
Dengan demikian, Henan Sekuritas merekomendasikan Buy pada BREN, dengan TP di level Rp3.890.
“Valuasi kami menunjukkan alpha sebesar 36,7% dibandingkan benchmark. BREN merupakan perusahaan holding energi terbarukan Indonesia yang berfokus pada panas bumi, dengan kapasitas 910 MW di Jawa Barat yang merepresentasikan 38% pangsa pasar”.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/IHSG-Kembali-Melemah-Pada-Penutupan-Perdagangan_20260202_211427.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.