Mendag: HET Minyakita Naik Lantaran Biaya Produksi Melonjak
Harga eceran tertinggi (HET) Minyakita akan naik karena lonjakan biaya produksi seperti naiknya harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).
Ringkasan Berita:
- Harga eceran tertinggi (HET) Minyakita naik karena lonjakan biaya produksi seperti naiknya harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).
- Harga plastik yang naik 70 persen membuat pemerintah menghitung ulang HET bahan pokok termasuk Minyakita.
- HET Minyakita masih menggunakan aturan lama yakni dibanderol Rp15.700 per-liter sebelum HET baru ditetapkan naik dalam waktu dekat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, harga eceran tertinggi (HET) Minyakita akan naik karena lonjakan biaya produksi seperti naiknya harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).
HET Minyakita saat ini Rp15.700 per liter untuk seluruh pasar di Indonesia. Sementara harga CPO sudah mencapai Rp15.500 per kilogram. Mendag bilang, jika HET tetap dipertahankan di harga lama, membuat produsen rugi. Sementara mereka nggak mau nombok.
"Sekarang (biaya) produksi Rp13.500an ya, Rp13.500an kalau CPO-nya aja sudah Rp15.500an kan nggak mungkin (dijual Rp15.700), artinya nombok kan. Jadi ya kita hitung harga keekonomiannya," kata dia di Kantor Kementerian Perdagangan RI (Kemendag), Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026).
Mendag juga menyoroti lonjakan harga plastik kemasan Minyakita. Dia mengklaim harga plastik yang naik 70 persen membuat pemerintah menghitung ulang HET bahan pokok termasuk Minyakita.
"Biaya produksi distribusi kan juga naik termasuk biaya kemasan yang akan naik," kata dia. Meski kenaikan harga Minyakita sudah disepakati,pemerintah belum menetapkan HET baru.
Ini lantaran masih ada beragam aspek yang dihitung oleh pemerintah sembari menunggu harga CPO global kembal, bil.
"Kalau harga (CPO) sudah stabil berapa, baru dihitung kembali berapa kenaikannya. Setelah itu dihitung, kalau misalnya ditetapkan HET sekian, maka kita juga harus bisa menghitung dari produsen ke (Distributor) D1 berapa, D1 ke D2 berapa, D2 ke pengecer, pengecer ke konsumen," ucapnya.
Baca juga: Pedagang Pasar di Sekitar Jaksel Mulai Ogah Jual Minyakita: Sudah Mahal, Barangnya Langka
"Kita hitung, tapi tadi udah sepakat itu, jadi belum ditetapkan karena memang harga masih naik turun," ujarnya. Dia menargetkan, kenaikan HET Minyakita akan mulai berlaku kurang dari satu bulan ini.
"Jadi tadi sudah disepakati seperti itu, mungkin dalam waktu satu minggu, dua minggu segera kita lakukan penyesuaian apabila harga relatif normal, harga CPO," lanjutnya.
Baca juga: Minyakita di Pasar Minggu Jakarta Sudah Lenyap, Pedagang Ngaku Lebih Baik Tak Jualan, Banyak Syarat
HET Minyakita masih menggunakan aturan lama yakni dibanderol Rp15.700 per-liter sebelum HET baru ditetapkan naik dalam waktu dekat. "Mudah-mudahan nggak sampe (satu bulan), kalau kita misalnya sudah mulai stabil kan, jadi juga biar nggak terlalu lama, karena kan kita harus segera menyesuaikan," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Budi-Santoso-Mendag-soal-HET-Minyakita.jpg)