Selasa, 9 Juni 2026

Rupiah Anjlok

Sri Mulyani Menteri Keuangan 3 Presiden dan Melemahnya Rupiah

Dulu banyak pertanyaan muncul mengapa Sri Mulyani Indrawati dipilih oleh tiga presiden sebagai Menteri Keuangan RI.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Hasanudin Aco
Tribunnews/Nitis Hawaroh
PAMITAN DARI MENTERI - Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat pamitan ke stafnya di acara serah terima jabatan menteri keuangan kepada Purbaya Yudhi Sadewa di gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 9 September 2025. 

Obligasi tersebut telah merugi lebih dari 8?gi investor berbasis dolar tahun ini, dibandingkan dengan kenaikan 1,6% untuk obligasi pasar berkembang secara keseluruhan, meski Bank Indonesia beberapa kali melakukan intervensi.

Kekhawatiran lain muncul dari kepemilikan Bank Indonesia yang terus meningkat terhadap obligasi pemerintah, kini sekitar 27%, angka yang tinggi untuk ekonomi berkembang.

Banyak investor mempertanyakan apakah langkah ini lebih menyerupai pelonggaran kuantitatif.

“Yang menjadi fokus adalah prospek rupiah yang melemah, serta kekhawatiran tentang ketidakseimbangan makro dan kredibilitas kebijakan fiskal,” ujar Gary Tan, manajer portofolio di Allspring Global Investments.

Kekhawatiran investor dipicu oleh agenda populis dan intervensi pemerintah yang terus meningkat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, yang selama ini dipandang lebih ramah terhadap investor asing.

Penurunan juga menghantam pasar saham. 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok lebih dari 30% tahun ini, dengan kekhawatiran akan penurunan peringkat kredit negara. 

MSCI bahkan sempat memperingatkan kemungkinan menurunkan status Indonesia dari pasar berkembang ke frontier market, memicu salah satu penurunan saham terburuk dalam beberapa dekade.

Investor mempertanyakan implementasi kebijakan pemerintah, mulai dari kontrol ekspor komoditas, program belanja negara, hingga upaya pemberantasan korupsi.

Kekhawatiran bukan hanya pada konsep kebijakan, tetapi pada ketidakjelasan pelaksanaannya.

“Jika saya tidak bisa mempercayai ‘plumbing’-nya, saya tidak ingin menjadi yang terakhir keluar,” ujar Ana Isabel Gonzalez Encinas, Chief Investment Officer di Farringdon Asset Management, Singapura.

Meski begitu, sebagian investor tetap percaya pada prospek jangka panjang Indonesia.

Ekonomi masih tumbuh lebih dari 5%, utang pemerintah relatif rendah, dan Indonesia tetap menjadi pemain kunci dalam rantai pasok global, khususnya sebagai produsen nikel terbesar dunia. Populasi yang besar dan muda juga menambah potensi pertumbuhan konsumsi domestik.

Yang dibutuhkan pasar saat ini adalah kepastian fiskal, independensi bank sentral, transparansi peran Danantara, dan kejelasan arah kebijakan ekonomi. Kemampuan Indonesia mengembalikan prediktabilitas akan menentukan seberapa cepat modal asing kembali masuk.

 Sumber: Bloomberg/ST

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved