Harga Sembako
Masyarakat dan Pedagang Sembako Pusing Beban Hidup Makin Berat: Sekarang Semua Serba Mahal
Juju berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok agar tidak terus mengalami lonjakan yang memberatkan masyarakat.
Ringkasan Berita:
- Harga sejumlah kebutuhan pokok seperti minyak goreng, telur, beras, bawang, cabai, dan ayam potong naik di berbagai daerah.
- Warga mengaku kesulitan mengatur keuangan karena pendapatan tidak naik seiring kenaikan harga pangan.
- Pedagang mencatat penjualan menurun, sementara masyarakat berharap pemerintah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
TRIBUNNEWS.COM, - Masyarakat mengeluh mengatur keuangannya setelah harga sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan.
Seorang pedagang sembako di Pasar Kuto, Palembang, Sumatera Selatan, Koh Ali, menyampaikan, harga pangan yang mengalami kenaikan paling tinggi yaitu minyak goreng kemasan premium dan telur ayam ras.
"Minyak goreng premium seperti merek Sanco, Bimoli, dan Sania melonjak dari harga normal Rp20.000 menjadi Rp23.000 per liter. Sementara untuk merek Fortune yang biasanya Rp19.000 kini harus dibanderol dengan harga Rp21.000 per liter," jelas Koh Ali dikutip dari Sripo.com, Senin (7/6/2026).
Baca juga: BPS: Inflasi Indonesia Mei 2026 Mencapai 3,08 Persen, Harga Pangan Jadi Pemicu Utama
"Harga telur ayam sekarang sudah menyentuh Rp29.000 hingga Rp30.000 per kilogram dari harga sebelumnya yang stabil di angka Rp28.000 per kilogram. Menurut informasi dari pihak peternak, kenaikan ini dipicu oleh tingginya biaya operasional pengadaan pakan ternak," tambahnya.
Indri yang merupakan seorang ibu rumah tangga yang sedang berbelanja di Pasar Kuto, mengaku pusing dalam mengelola uang belanja untuk kebutuhan sehari-harinya.
"Jelas pusing mengaturnya. Kalau bulan-bulan lalu kita hanya pusing musiman karena harga cabai saja yang naik turun, tetapi kalau sekarang hampir semua barang kompak naik. Mulai dari minyak goreng, telur, duo bawang (merah dan putih), sampai cabai semuanya mahal," papar Indri.
Harga Minyak Goreng di Bekasi
Kenaikan harga pangan seperti minyak goreng juga terjadi di Kota Bekasi, Jawa Barat.
Pedagang sembako di Pasar Kranji Baru, Kecamatan Bekasi Barat, Ita, mengatakan, kenaikan harga minyak goreng cukup signifikan dibandingkan beberapa bulan lalu.
Kenaikan harga pun bervariasi, yakni berkisar Rp 5.000 - 7.000.
Sebagai contoh, untuk merk Sunco yang kini dijual mengalami kenaikan harga berkisar lebih kurang Rp 6.000 - 7.000 ribu.
"Kalau saya terakhir harga jual merk sunco ukuran 2 liter adalah Rp39.000 sampai Rp40.000. Sekarang saya jual yang 2 liter itu Rp46.000 sampai Rp47.000," kata Ita, kepada Tribun Bekasi.
Bahkan Ita menjelaskan telah menerima kabar terbaru dari berita di media online dan televisi terkait isu kenaikan harga minyak kembali, dalam hal ini minyakita.
"Saya tidak stock minyakita, saya stok seperti Sunco, Riski, gitu, jadi belum tahu pasti juga akan ada kenaikan harga seperti apa," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/omzet-pedagang-pasar-tradisional-menurun_20210722_140739.jpg)