IHSG Dibuka Anjlok Lagi, Seluruh Indeks Sektoral di Zona Merah
IHSG melemah 3,23 persen atau 180,95 poin ke level 5.413,82. Sebanyak 542 saham melemah, 55 saham menguat, dan 105 saham bergerak stagnan.
Ringkasan Berita:
- IHSG pagi ini dibuka melemah didorong oleh meningkatnya kepanikan investor yang mengikuti sentimen negatif dari pasar global.
- IHSG melemah 3,23 persen atau 180,95 poin ke level 5.413,82. Sebanyak 542 saham melemah, 55 saham menguat, dan 105 saham bergerak stagnan.
- Sejumlah saham perbankan kompak melemah dan pelemahan paling dalam terjadi pada saha PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang meninggalkan posisi psikologis Rp 5.000.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan ini dibuka melemah didorong oleh meningkatnya kepanikan investor yang mengikuti sentimen negatif dari pasar global, Senin, 8 Juni 2026.
Mengutip data RTI pada awal perdagangan pukul 09.05 WIB, IHSG melemah 3,23 persen atau 180,95 poin ke level 5.413,82. Sebanyak 542 saham melemah, 55 saham menguat, dan 105 saham bergerak stagnan.
Seluruh indeks sektoral berada di zona merah. Tiga sektor dengan pelemahan terdalam yakni sektor transportasi yang turun 4,72 persen, sektor infrastruktur melemah 4,67%, dan sektor bahan baku terkoreksi 4,34%. Di jajaran saham LQ45, beberapa emiten mencatatkan penurunan signifikan.
Saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) turun 8,32% ke Rp 4.190, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) melemah 7,61% ke Rp 1.335, dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) terkoreksi 7,24% ke Rp 1.795. Sementara itu, hanya segelintir saham yang mampu bertahan di zona hijau. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menjadi salah satu top gainers LQ45 setelah naik 0,34% ke level Rp 1.490.
Saham Perbankan Kompak Melemah
Sejumlah saham perbankan kompak melemah. Pelemahan paling dalam terjadi pada saha PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang meninggalkan posisi psikologis Rp 5.000. Pada awal perdagangani, BBCA dibuka di harga Rp 4.940, turun 2,66?ri harga pada Jumat (5/6/2026).
Kemudian, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dibuka di harga Rp 2.650, terkoreksi 3,28?ri harga penutupan perdagangan sebelumnya dan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dibuka di harga Rp 3.080, turun 4,04?ri harga penutupan perdagangan sebelumnya.
Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga melemah 2,86 persen dan dibuka di harga Rp 3.730 dari harga penutupan perdagangan sebelumnya. Secara umum, posisi harga saat ini mencerminkan koreksi yang berarti.
Bagi BBCA dan BBRI, harga saat ini lagi-lagi menjadi rekor harga terendah baru dalam lima tahun terakhir. Sementara bagi BBNI dan BMRI, posisi harga saat ini menjadi rekor terendah dalam tiga tahun terakhir.
Tekanan di pasar domestik terjadi sejalan dengan koreksi tajam yang melanda bursa saham Asia Pasifik. Investor melakukan aksi jual besar-besaran terhadap saham-saham teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang sebelumnya menjadi motor penguatan pasar global.
Mengutip Reuters, indeks KOSPI Korea Selatan menjadi salah satu yang mengalami tekanan paling dalam dengan penurunan lebih dari 6,8% pada perdagangan Senin.
Volatilitas yang tinggi bahkan sempat memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt) selama 20 menit. Secara akumulatif, indeks tersebut telah terkoreksi sekitar 14?ri rekor tertinggi yang dicapai pekan lalu.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 juga turun sekitar 3,4% pada awal perdagangan. Sementara itu, kontrak berjangka (futures) indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 di Amerika Serikat bergerak terbatas setelah aksi jual besar yang terjadi pada akhir pekan lalu.
Sebagai catatan, indeks teknologi Nasdaq jatuh 4,2% pada perdagangan Jumat (5/6/2026). Koreksi tersebut dipicu oleh data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan, sehingga meningkatkan ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) masih berpeluang menaikkan suku bunga tahun ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/IHSG-Ditutup-Menguat-Usai-Koreksi-Tajam_20260130_171937.jpg)