KAI Wisata Genjot Pendapatan dari Bisnis Penyewaan Lahan Sampai Naming Rights
KAI Wisata saat ini mengelola ekosistem media yang sangat luas, mencakup aset-aset strategis di 9 Daerah Operasi (Daop) dan 4 Divisi Regional
Ringkasan Berita:
- Anak usaha KAI menggenjot pendapatan di luar tiket melalui penyewaan space di area stasiun, hingga naming rights untuk nama-nama stasiun LRT yang dikelola KAI.
- Aset yang kini diutilisasi mencapai 270 juta meter persegi di 629 stasiun sepanjang 6.957 kilometer jalur kereta api.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - KAI Wisata, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), menggenjot pendapatan di luar penjualan tiket kereta, seperti dari penyewaan space di area stasiun, hingga naming rights untuk nama-nama stasiun LRT yang dikelola KAI.
Direktur Utama KAI Wisata Raden Agus Dwinanto Budiadji mengatakan, saat ini KAI memiliki total aset 270 juta meter persegi yang tersebar di 629 stasiun sepanjang 6.957 kilometer jalur kereta api. Seluruh aset tersebut kini dipasarkan secara digital.
Baca juga: KAI Tutup 172 Perlintasan Sebidang, Mayoritas Berada di Jabodetabek dan Sudah Dilaporkan ke Prabowo
“Saat ini kami berusaha memaksimalkan aset-aset ini, mulai dari stasiun besar hingga rangkaian kereta, sebagai media branding yang menjangkau lebih dari 430 juta penumpang setiap tahunnya,” kata Agus Dwinanto saat ditemui di acara KAI Media & Brand Experience Summit 2026 di Jakarta, Rabu petang, 10 Juni 2026.
Agus menjelaskan, di bisnis media luar ruang, pihaknya memiliki “captive audience” dengan “dwell time” (waktu tunggu) yang tinggi. Penumpang menghabiskan waktu signifikan di area stasiun mulai dari proses registrasi, menunggu di peron, hingga selama durasi perjalanan di dalam kereta.
Hal itu membuat paparan kampanye merek oleh klien menjadi lebih mendalam dan berulang. Agus membandingkannya dengan media luar ruang seperti baliho jalan raya yang hanya bisa dilihat sepintas oleh pengguna jalan saat dalam perjalanan.
“Kami memiliki ekosistem mobilitas yang terintegrasi yang selain memberikan visual, tetapi juga pengalaman yang menyeluruh dengan aktivitas kampanye di titik-titik krusial perjalanan konsumen, mulai dari stasiun keberangkatan hingga di dalam rangkaian kereta yang sedang bergerak, menciptakan pesan yang ‘ikut berpindah’ bersama audiens," bebernya.
Baca juga: Penjelasan KAI Usai KRL Tanah Abang-Rangkasbitung Dilempar OTK, Penumpang Terluka
Pihaknya juga mengelola ruang vertikal baru untuk strategi komunikasi yang dikenal sebagai Transit & Mobility Media di sektor transportasi dengan memaksimalkan space di hub transportasi umum seperti stasiun KRL, MRT, LRT, halte TransJakarta, hingga bandara.
Agus menambahkan, KAI Wisata saat ini mengelola ekosistem media yang sangat luas, mencakup aset-aset strategis di 9 Daerah Operasi (Daop) dan 4 Divisi Regional (Divre) di seluruh Indonesia.
Menurut dia, banyak sektor industri yang memanfaatkan space milik MAI untuk membangun engagement, antara lain dari industri fast moving consumer goods (FMCG), industri makanan dan minuman, farmasi hingga industri jasa keuangan.
Satu diantara mereka adalah ParagonCorp melalui penerapan strategi Transit & Mobility Media yang mengincar audiens anak muda dan dewasa.
Pihaknya juga memaksimalkan aset heritage pada stasiun ikonik seperti Stasiun Ambarawa dan Lawang Sewu di Semarang, serta Kereta Wisata (Luxury Trains) untuk segmen premium.
Perusahaan juga sedang memacu bisnis Naming Rights (hak penamaan) sejumlah stasiun KRL hingga LRT untuk digunakan perusahaan.
Yang saat ini sedang dipasarkan adalah Stasiun Cawang Cikoko yang merupakan stasiun hub LRT dengan KRL Commuterline dan Transjakarta sekaligus.
Sementara, naming rights KAI yang sudah berhasil dipasarkan adalah Stasiun KRL Sudirman Baru yang kini bernama Stasiun BNI City di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat.
Kemudian, Stasiun Semarang Tawang yang kini namanya menjadi Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng, serta Stasiun LRT Dukuh Atas yang kini bernama Stasiun Dukuh Atas BSI.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Paparan-Direktur-Utama-KAI-Wisata-Raden-Agus-Dwinanto-Budiadji.jpg)