Di Masa Datang, AI Tak Hanya Jadi Alat Bantu Tapi Jadi Inti Operasional di Perusahaan
Di masa datang kecerdasan buatan akan mengubah cara perusahaan beroperasi, mengambil keputusan, bahkan model bisnisnya.
Di sesi diskusi panel bertajuk “From AI Investment to ROI: Building the Foundations for Agentic AI”, Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Setiaji mengingatkan agar organisasi tidak mengadopsi AI semata-mata karena dorongan FOMO (Fear of Missing Out).
Tanpa tujuan bisnis yang jelas, investasi teknologi berisiko menjadi proyek mahal yang gagal menghasilkan dampak nyata.
Information Technology Director, Bank BNI Toto Prasetio yang juga hadir sebagai pembicara menekankan bahwa transformasi tidak pernah hanya soal teknologi. Perubahan budaya kerja dan kesiapan manusia tetap menjadi faktor yang menentukan keberhasilan implementasi.
Untuk memastikan implementasi AI menghasilkan manfaat maksimal, Patrick Bruinsma, CTO, IBM ASEAN menyarankan agar perusahaan berhenti mengelola AI secara parsial (project-by-project).
Dia menyarankan agar dibangun satu fondasi operasional yang kuat, sehingga inisiatif AI apa pun di masa depan dapat diterapkan dengan cepat, aman, dan efisien.
Managing Director Strategic Technology Initiatives Danantara Ricardo Irwan Rei mengatakan pihaknya akan terus memanfaatkan AI untuk meningkatkan kinerja dan daya saing BUMN.
Menurutnya, Indonesia juga perlu mulai memikirkan pengembangan AI, seperti yang dilakukan Tiongkok melalui DeepSeek dan Qwen. “Dalam jangka panjang, tujuannya tentu ke arah sovereignty,” ujarnya.
Pentingnya AI di Sektor Perbankan
Pemanfaatan teknologi di perbankan jadi bahasan Rico Usthavia Frans Operations, Technology, Analytics & AI Director PT Bank CIMB Niaga Tbk) dan Jayaprawirya Diah, Executive Vice President Corporate & Strategic Planning, CFO Office PT Bank Central Asia Tbk di acara diskusi ini.
Bagi industri perbankan, AI akan mendorong digitalisasi yang semakin otonom. Digitalisasi di industri perbankan selama ini mendorong nasabah melakukan berbagai aktivitas secara mandiri melalui aplikasi.
Karena itu, perkembangan AI diperkirakan akan membawa organisasi menuju era yang semakin otonom.
Untuk mendapatkan kapabilitas berbasis AI ini lembaga keuangan juga dituntut menjaga keamanan data, memenuhi berbagai ketentuan regulasi, dan mempertahankan ketahanan operasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/diskusi-soal-AI-dan-transformasinya.jpg)