BRT Metropolitan Cekungan Bandung Diyakini Efektif Turunkan Macet dan Emisi Kendaraan
BRT Metropolitan Cekungan Bandung diyakini dapat menekan kemacetan dan ramah lingkungan bagi masyarakat Bandung Raya.
Ringkasan Berita:
- Pembangunan BRT Metropolitan Cekungan Bandung dinilai sebagai solusi transportasi modern yang ramah lingkungan dan terintegrasi untuk mengurai kemacetan.
- Proyek mencakup jalur khusus, halte, dan trotoar dengan penerapan K3 serta manajemen lalu lintas bertahap.
- Sosialisasi dan layanan pengaduan dibuka untuk meminimalkan dampak proyek sekaligus mendongkrak ekonomi lokal.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) Metropolitan Cekungan Bandung, Jawa Barat, dinilai dapat sebagai sistem transportasi publik yang dapat menekan kemacetan dan ramah lingkungan bagi masyarakat Bandung Raya.
Sebagai bagian dari tahapan pelaksanaan proyek, Brantas Abipraya bersama para pemangku kepentingan menggelar kegiatan sosialisasi kepada masyarakat di Kecamatan Cibeunying Kidul.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai rencana pekerjaan, manajemen lalu lintas selama konstruksi, serta manfaat jangka panjang yang akan dirasakan masyarakat setelah BRT beroperasi.
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, mengatakan, pembangunan BRT Metropolitan Cekungan Bandung merupakan salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi publik sekaligus mendorong mobilitas masyarakat yang lebih efisien.
“Kehadiran BRT Metropolitan Cekungan Bandung diharapkan dapat menjadi solusi mobilitas masyarakat sekaligus berkontribusi dalam mengurangi kemacetan dan emisi kendaraan di kawasan perkotaan,” ujar Dian dikutip Rabu (17/6/2026).
Proyek BRT Metropolitan Cekungan Bandung mencakup pembangunan fasilitas jalur on corridor, halte, perkerasan jalan, serta revitalisasi trotoar yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna transportasi publik maupun pejalan kaki.
Selama masa konstruksi, akan menerapkan manajemen lalu lintas secara bertahap guna meminimalkan dampak terhadap aktivitas masyarakat dan pengguna jalan.
Baca juga: Asyik, Stasiun Gambir Bisa Layani Penumpang KRL Commuterline Mulai 2028
Dian menambahkan, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembangunan infrastruktur perkotaan.
Oleh karena itu, Brantas Abipraya membuka ruang komunikasi yang aktif melalui mekanisme layanan pengaduan untuk menerima masukan, saran, maupun laporan dari masyarakat selama proses konstruksi berlangsung.
Baca juga: Gubernur Sumut Dukung Percepatan Implementasi BRT Mebidang
“Kami berkomitmen melaksanakan pekerjaan dengan memperhatikan keselamatan, kualitas, dan kenyamanan masyarakat. Melalui komunikasi yang terbuka dan kolaboratif, kami berharap pembangunan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Bandung Raya,” tambahnya.
Suherman, perwakilan masyarakat Kelurahan Cicadas, Bandung berharap dengan adanya BRT ini selain dapat mengurai kemacetan, dan dapat mengangkat dampak ekonomi untuk daerah sekitar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/macet-di-kabupaten-karawang-1.jpg)