Mikroplastik di Air Hujan
Temuan ECOTON soal Mikroplastik di Udara: Ditemukan di 18 Wilayah, Tertinggi di Jakarta
Udara di 18 kabupaten/kota di Indonesia mengandung mikroplastik. Adapun yang tertinggi adalah Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.
Ringkasan Berita:
- ECOTON merilis hasil risetnya terkait kandungan mikroplastik di udara di 18 wilayah kabupaten/kota di Indonesia.
- Ternyata, dua kota di Jakarta yakni Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan menjadi wilayah dengan kandungan mikroplastik di udara tertinggi.
- Adapun penyebab adanya mikroplastik di udara diantaranya adalah pembakaran limbah hingga emisi kendaraan.
- Kementerian Lingkungan Hidup didorong untuk membuat kebijakan demi mengurangi mikroplastik.
TRIBUNNEWS.COM - Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan (ECOTON) mempublikasikan hasil riset terkait kandungan mikroplastik di udara 18 wilayah di Indonesia, Jumat (24/10/2025).
Berdasarkan riset yang dilakukan pada Mei-Juli 2025 bersama dengan Persatuan Jurnalis Lingkungan Indonesia (SIEJ), wilayah tertinggi yang kandungan udaranya mengandung mikroplastik adalah Jakarta.
Ada dua kota di Jakarta yang udaranya terkandung mikroplastik tertinggi yakni Jakarta Pusat (37 partikel) dan Jakarta Selatan (30 partikel).
Setelah itu, diikuti oleh Kota Bandung, Jawa Barat (16 partikel); Kota Semarang, Jawa Tengah (13 partikel); dan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) (13 partikel).
Sementara, wilayah yang udaranya memiliki kandungan mikroplastik terendah adalah Malang, Jawa Timur dengan tiga partikel.
Baca juga: Cemaran Mikroplastik di Udara Jakarta Ancam Saluran Pernapasan
Adapun kandungan mikroplastik itu terdiri dari 53,26 persen fragment atau serpihan, 46,14 persen fibres atau serabut, serta 0,6 persen film atau selaput.
Riset yang dilakukan menggunakan metode pemantauan deposisi udara pasif untuk mikroplastik dan dikombinasikan dengan analisis mikrskopis dan spektroskopi Fourier Transfrom Infrared (FTIR) agar dapat menentukan jenis polimer yang terkandung dalam mikroplastik.
Sementara, langkah-langkah yang dilakukan yakni dengan menempatkan wadah kaca petri di ketinggian 1-1,5 meter (zona pernapasan manusia) di lokasi yang dianggap representatif di setiap kota.
Lalu, dilakukan penangkapan partikel melalui deposisi alami selama dua jam menggunakan kerta saring Whatman steril dan basah. Kemudian dilanjutkan dengan pemisahan dan analisis partikel plastik di bawah mikroskop stereo.
Selengkapnya berikut daftar kabupaten/kota yang udaranya mengandung mikroplastik:
- Jakarta Pusat: 37 partikel
- Jakarta Selatan: 30 partikel
- Bandung: 16 partikel
- Semarang: 13 partikel
- Kupang: 13 partikel
- Denpasar: 12 partikel
- Jambi: 12 partikel
- Surabaya: 12 partikel
- Palembang: 10 partikel
- Pontianak: 10 partikel
- Aceh Utara: 10 partikel
- Sumbawa: 10 partikel
- Palu: 9 partikel
- Sidoarjo: 9 partikel
- Gianyar: 6 partikel
- Solo: 6 partikel
- Bulukumba: 4 partikel
- Malang: 3 partikel
Mikroplastik di Udara Berasal dari Pembakaran Plastik hingga Emisi Kendaraan
Koordinator Sukarelawan Riset Mikroplastik, Sofi Azilan Aini, mengungkapkan ada beberapa sumber yang mengakibatkan udara di beberapa wilayah mengandung mikroplastik.
Diantaranya adalah pembakaran plastik di tempat terbuka, bahan tekstil, hingga emisi kendaraan.
"Sumber utama mikroplastik di udara adalah pembakaran terbuka plastik dan limbah rumah tangga, degradasi produk plastik dan tekstil sintetis, serta emisi dari kendaraan bermotor akibat gesekan ban dan rem," kata Sofi dikutip dari laman ECOTON, Jumat (24/10/2025).
Penyebab 2 Kota di Jakarta Jadi Wilayah dengan Kandungan Mikroplastik di Udara Tertinggi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/mikroplastik_20180314_220906.jpg)