Sabtu, 30 Agustus 2025

Citra Satelit Tunjukkan Iran Bangun Lubang Makam untuk Korban Corona

Gambar satelit baru dari Maxar menunjukkan Iran gali banyak makam di daerah Qom, yang sangat luas sehingga visualnya terlihat dari luar angkasa.

Kredit gambar: Citra satelit-2020 Maxar Technologies
Tinjauan umum tentang Qom, Iran, seperti yang terlihat oleh satelit Copernicus Sentinel-2 pada 27 Februari 2020. 

TRIBUNNEWS.COM - Citra satelit dari Maxar menunjukkan Iran menggali banyak makam di daerah Qom.

Menurut laporan media, penggalian lubang makam itu disebabkan meningkatnya jumlah korban virus corona di Iran.

Melansir Washington Post, makam tersebut sangat luas sehingga visualnya terlihat dari luar angkasa.

Untuk diketahui, di Iran korban meninggal akibat terpapar virus corona mencapai 988 orang.

Tak hanya warga sipil, covid-19 juga merenggut nyawa petinggi Iran.

Baca: Iran Bebaskan Sementara 85.000 Narapidana, Belum Tahu Kapan Dikembalikan ke Penjara

Baca: Anggota Dewan Ulama Iran Meninggal Akibat Virus Corona

Baca: Anggota Majelis Ulama Iran Meninggal Lantaran Idap Virus Corona

"Di antaranya yang tewas adalah anggota parlemen, mantan diplomat, bahkan penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran (Ali Khamenei-Red)," terang Washington Post.

"Setidaknya, dua lusin pejabat lain, termasuk wakil presiden telah terpapar virus corona," tambah laporan tersebut.

Lebih lanjut, pemerintah Iran telah bergerak dengan cepat.

Mereka menciptakan dua garis kuburan, masing-masing 100 yard (90 meter).

Gambar dari satelit MaxView WorldView-3 menunjukkan pemakaman Behesht-e Masoumeh di Qom, Iran, pada 1 Maret 2020. Pemakaman itu sedang mempersiapkan pandemi dengan menggali dua
Gambar dari satelit MaxView WorldView-3 menunjukkan pemakaman Behesht-e Masoumeh di Qom, Iran, pada 1 Maret 2020. Pemakaman itu sedang mempersiapkan pandemi dengan menggali dua "parit" panjang kuburan, masing-masing sekitar 100 meter (90 meter) ) panjang. (Kredit gambar: Citra satelit-2020 Maxar Technologies)

Washington Post mengklasifikasi makam ini sebagai parit, meskipun terminologi tersebut diperdebatkan di media sosial.

Galian makam telah beredar di media Iran dalam beberapa minggu terakhir.

Esfandyar Batmanghelidj melalui utas Twitter memberikan tanggapan.

Menyebut beberapa konteks utama tidak ada dalam pemberitaan.

"Beberapa konteks utama tidak ada dalam artikel ini," kata Esfandyar.

"Adat istiadat Islam menuntut pemakaman yang cepat, seringkali dalam 24 jam," katanya.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan