Citra Satelit Tunjukkan Iran Bangun Lubang Makam untuk Korban Corona

Gambar satelit baru dari Maxar menunjukkan Iran gali banyak makam di daerah Qom, yang sangat luas sehingga visualnya terlihat dari luar angkasa.

Kredit gambar: Citra satelit-2020 Maxar Technologies
Tinjauan umum tentang Qom, Iran, seperti yang terlihat oleh satelit Copernicus Sentinel-2 pada 27 Februari 2020. 

TRIBUNNEWS.COM - Citra satelit dari Maxar menunjukkan Iran menggali banyak makam di daerah Qom.

Menurut laporan media, penggalian lubang makam itu disebabkan meningkatnya jumlah korban virus corona di Iran.

Melansir Washington Post, makam tersebut sangat luas sehingga visualnya terlihat dari luar angkasa.

Untuk diketahui, di Iran korban meninggal akibat terpapar virus corona mencapai 988 orang.

Tak hanya warga sipil, covid-19 juga merenggut nyawa petinggi Iran.

Baca: Iran Bebaskan Sementara 85.000 Narapidana, Belum Tahu Kapan Dikembalikan ke Penjara

Baca: Anggota Dewan Ulama Iran Meninggal Akibat Virus Corona

Baca: Anggota Majelis Ulama Iran Meninggal Lantaran Idap Virus Corona

"Di antaranya yang tewas adalah anggota parlemen, mantan diplomat, bahkan penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran (Ali Khamenei-Red)," terang Washington Post.

"Setidaknya, dua lusin pejabat lain, termasuk wakil presiden telah terpapar virus corona," tambah laporan tersebut.

Lebih lanjut, pemerintah Iran telah bergerak dengan cepat.

Mereka menciptakan dua garis kuburan, masing-masing 100 yard (90 meter).

Gambar dari satelit MaxView WorldView-3 menunjukkan pemakaman Behesht-e Masoumeh di Qom, Iran, pada 1 Maret 2020. Pemakaman itu sedang mempersiapkan pandemi dengan menggali dua
Gambar dari satelit MaxView WorldView-3 menunjukkan pemakaman Behesht-e Masoumeh di Qom, Iran, pada 1 Maret 2020. Pemakaman itu sedang mempersiapkan pandemi dengan menggali dua "parit" panjang kuburan, masing-masing sekitar 100 meter (90 meter) ) panjang. (Kredit gambar: Citra satelit-2020 Maxar Technologies)

Washington Post mengklasifikasi makam ini sebagai parit, meskipun terminologi tersebut diperdebatkan di media sosial.

Halaman
123
Berita Populer
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Muhammad Renald Shiftanto
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved