Jumat, 29 Agustus 2025

Virus Corona

Pasien Positif Virus Corona Jadi 172 Orang, Terbaru Mahasiswi di Bogor

Jumlah pasien positif virus corona per Selasa (17/3/2020) sore kemarin bertambah jadi 172 orang. Yang terbaru, mahasiswi asal bogor dinyatakan positif

Tribunnews.com/ Reza Deni
Juru bicara penanganan virus corona Achmad Yurianto di Kantor Kepresidenan, Jakarta Pusat, Minggu (15/3/2020). 

TRIBUNNEWS.COM - Jumlah orang yang terinfeksi virus corona di Indonesia terus bertambah.

Hingga Selasa (17/3/2020) kemarin, jumlah pasien virus corona atau Covid-19 menjadi 172 kasus.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto mengatakan, jumlah ini bertambah 38 orang dari pengumuman terakhir yang dilakukan pada Senin (16/3/2020), sore.

"Total ada 172 kasus," ujar Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Kantor BNPB, seperti yang dikutip dari Kompas.com.

Baca: Pasien Positif Virus Corona Jadi 172 Orang, Terbaru Mahasiswi di Bogor

Baca: Konsernya Ditunda karena Wabah Virus Corona, Ayu Ting Ting: Sampai Suasananya Sudah Enak

Yuri menjelaskan, sebanyak 12 kasus didapatkan sejak Senin sore hingga malam.

"Sehingga sampai tanggal 15 (Maret 2020) ada 146 kasus," ucapnya.

Kemudian, jumlah ini bertambah setelah dengan hasil pemeriksaan spesimen yang dilakukan Balitbang Kesehatan.

Jumlahnya dari data yang dicek saat itu bertambah 20 kasus. Setelah itu, pemeriksaan yang dilakukan Universitas Airlangga memperlihatkan bahwa ada tambahan 6 kasus.

"Sehingga total ada 172 kasus," ucap Achmad Yurianto.

Baca: Antisipasi Corona, Turnamen PUBG Mobile Sedunia Akhirnya Ditunda

Baca: Begini Cara Starbucks Indonesia Cegah Penyebaran Wabah Virus Corona

Kemudian yang terbaru, seorang mahasiswi di Bogor telah dinyatakan positif virus corona.

Dikutip dari TribunnewsBogor.com, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, mahasiswi tersebut merupakan warga Jakarta yang kost di Bogor.

"Yang dinyatakan positif Covid-19 adalah warga Jakarta yang kost di Kota Bogor, informasi disampaikan oleh Dinkes Jakarta," kata Bima Arya saat dikonfirmasi oleh TribunnewsBogor.com melalui pesan singkat, Selasa (17/3/2020).

Walikota Bogor Bima Arya usai bertemu Menteri Kordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di kantor Kemenko Polhukam Jakarta Pusat pada Jumat (24/1/2020). (Tribunnews.com/Gita Irawan)
Walikota Bogor Bima Arya usai bertemu Menteri Kordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di kantor Kemenko Polhukam Jakarta Pusat pada Jumat (24/1/2020). (Tribunnews.com/Gita Irawan) (TRIBUNNEWS.COM/Gita Irawan)

"Jadi bukan warga Kota Bogor, status mahasiswa, terpapar dari ayahnya di Jakarta," lanjutnya.

Bima menjelaskan, saat ayah dari mahasiswi tersebut dinyatakan positif corona, mahasiswa itu pun sudah tinggal di Jakarta.

Baca: Cegah Corona, Batam Hentikan Penerbangan dari dan ke Malaysia

Baca: Ironisnya Kondisi RS Rujukan Pasien Positif Corona, Ruang Isolasi 3x4 Meter Diisi 6 Orang, Miris!

"Namun sempat pulang ke Bogor dan interaksi dengan lingkungan dan kampusnya," ungkapnya.

"Pemkot berkordinasi dengan Dinkes Jakarta dan saat ini langsung melakukan penelusuran terkait aktivitas yang bersangkutan," katanya.

Sementara itu, Juru bicara kampus tempat mahasiswi positif virus corona, Yatri membenarkan kabar tersebut.

"Betul, yang bersangkutan adalah mahasiswa kami," kata Yatri kepada TribunnewsBogor.com.

Dia menjelaskan bahwa penanganan pasien positif corona ini juga dibantu oleh Dinas Kesehatan.

Baca: Barang yang Harus Kamu Beli di Tengah Wabah Virus Corona yang Diungkap Ahli, Bukan Masker!

Baca: Bisakah Berinisiatif Minta Periksa Covid-19? Ini Jawaban Jubir Penanggulangan Kasus Virus Corona

Kini, mahasiswa tersebut sudah dirujuk ke Rumah Sakit di Jakarta untuk ditangani lebih lanjut.

"Semua proses dibantu sepenuhnya oleh Dinkes sampai yang bersangkutan dijemput ke Jakarta untuk dikarantina sesuai dengan protokol yang berlaku," kata Yatri.

Dia menjelaskan bahwa pihaknya bersama dengan Dinas Kesehatan akan terus melakukan pemantauan perkembangan yang terjadi.

Yatri juga mengaku bahwa pihak kampus sudah mulai mengeluarkan imbauan kepada seluruh civitas akademika dan tenaga pendidik, untuk tetap tenang dan mengikuti protokol hidup sehat serta sosial distancing seperti yang disarankan WHO dan pemerintah.

(Tribunnews.com/Whiesa, TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho/Naufal Fauzy) (Kompas.com/Sania Mashabi)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan