Breaking News:

Virus Corona

BREAKING NEWS - MUI Minta Masyarakat Berikhtiar dan Berkontribusi dalam Cegah Penularan Covid-19

Majelis Ulama Indonesia meminta masyarakat untuk berikhtiar dan berkontribusi dalam mencegah penyebaran COvid-19 di Indonesia.

Tribunnews/JEPRIMA
Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Asrorun Niam Sholeh (kedua kiri) bersama Anggota Komisi Fatwa MUI Hamdan Rasyid (kiri), Ketua MUI Bidang Fatwa Huzaemah Tahido Yanggo (kedua kanan), dan Wakil sekretaris Fatwa MUI Abdurrahman Dahlan (kanan) saat memberikan keterangan di kantor MUI, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2020). Dalam keterangan ini MUI memberikan fatwa mengenai virus Corona (Covid-19) bahwa umat Muslim diimbau melaksanakan salat lima waktu di rumah masing-masing. Bagi yang sudah terpapar diimbau untuk tidak melaksanakan salat Jumat dan menggantikannya dengan salat zuhur. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta masyarakat untuk berikhtiar dan berkontribusi dalam mencegah penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh  Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Asrorun Niam Sholeh saat konferensi pers pada Kamis, (19/3/2020) yang dikutip dari siaran langsung di YouTube BNPB Indonesia.

Asrorun mengatakan untuk mencegah penularan Covid-19 ini seluruh masyarakat Indonesia perlu berikhtiar dan kontribusi sesuai dengan kompetensi masing-masing.

Lebih lanjut, ia kemudian menjelaskan terkait fatwa beribadah saat pandemi Covid-19.

"Tanggal 16 Maret 2020 Majelis Ulama Indonesia meneguhkan komitmen dan juga kontribusi keagaamaan dengan melakukan pembahasan dan menerbitkan fatwa seputar penyelenggaraan ibadah saat situasi terjadi wabah Covid-19," ujarnya. 

Baca: Wabah Corona Merebak, Wali Kota Bekasi Belum Tutup Tempat Hiburan

"Ini sebagai panduan khususnya masyarakat muslim di Indonesia agar tetap menjalankan pelaksanaan ibadah tetapi pada saat yang sama juga berkontribusi untuk mencegah peredaran Covid-19," imbuhnya. 

Ia menegaskan hal ini perlu dilakukan untuk perlindungan kepada masyarakat secara umum.

Asrorun kemudian menyampaikan bahwa konten fatwa yang telah MUI keluarkan tidak disalahpahami oleh masyarakat. 

"Perlu ada pemahaman utuh satu kesatuan ada 9 poin yang telah di tetapkan," jelasnya.

Adapun seperti yang dikutip dari Kompas.com, berikut merupakan 9 poin dalam fatwa tersebut. 

Halaman
12
Penulis: Isnaya Helmi Rahma
Editor: Whiesa Daniswara
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved