Selasa, 14 April 2026

Virus Corona

Aktivis GIAD Tolak Rencana Rapid Test Anggota DPR: Mereka Dikejar oleh Rasa Takut

Gerakan untuk Indonesia Adil dan Demokratis (GIAD) menolak rapid test corona (covid-19) untuk anggota DPR beserta keluarganya.

Penulis: Chaerul Umam
Editor: Johnson Simanjuntak
Freepik
Tes Sampel Darah. Rapid Test Corona melalui sampel darah 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Gerakan untuk Indonesia Adil dan Demokratis (GIAD) menolak rapid test corona (covid-19) untuk anggota DPR beserta keluarganya.

Gerakan tersebut diinisiasi oleh beberapa aktivis yakni Arif Susanto, Jeirry Sumampow, Badi'ul Hadi, Kaka Suminta, Alwan Riantobi, Yusfitriadi, Ray Rangkuti dan Lucius Karus.

Menurut mereka, rapid test Covid-19 harus mengutamakan rakyat.

"Mereka hanya dikejar oleh rasa takut yang keterlaluan kalau-kalau virus mematikan itu sudah menjangkiti dirinya. Padahal jelas-jelas rapid test ini diprioritaskan bagi warga yang sudah menyandang status Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP)," kata pernyataan pers GIAD itu, Selasa (24/3/2020).

Baca: Reaksi Tiara Idol Dengar Ujian Nasional 2020 Ditiadakan karena Virus Corona

GIAD menilai masyarakat Indonesia, khususnya mereka yang berada di zona merah Covid-19, belum terlayani dengan semestinya.

Kini mereka melihat dengan mata telanjang, para wakil mereka seperti diutamakan dalam pelayanan ini.

GIAD pun tegas menolak pelaksanaan rapid test anggota DPR RI beserta keluarganya itu.

"Jika ada anggota DPR yang mengalami gejala terpapar Covid-19, maka sebaiknya berinisiatif sesuai dengan petunjuk protokol penanganan covid-19 yang dikeluarkan oleh pemerintah. Mereka bisa menjangkau pusat pelayanan kesehatan yang disediakan oleh pemerintah," ujarnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar memastikan seluruh anggota DPR dan keluarganya akan menjalani rapid test virus corona atau covid-19, pada akhir pekan ini.

Baca: Ciri-ciri dan Gejala Corona yang Dirasakan Wakil Wali Kota Bandung

"Alatnya kemungkinan datang pada besok, sehingga diperkirakan rapid test anggota DPR akan dilakukan sekitar hari Kamis atau mulai Jumat ini," ujar Indra kepada wartawan, Jakarta, Senin (23/3/2020).

Menurutnya, tes corona akan dilakukan di aula sekitar rumah dinas anggota DPR yang berada di Kalibata dan Ulujami, Jakarta.

"Nanti bergantian, akan dikasih jadwal pengetesan," ucap Indra.

Indra menyebut, tes corona bukan hanya anggota DPR sebanyak 575 orang saja, tetapi termasuk keluarga maupun pekerja yang tugas di rumah dinas anggota dewan.

"Anggota dewan 575, kalau di kali empat (bersama keluarganya), sudah di atas dua ribuan orang dengan pembantu dan sopirnya," tuturnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved